Jumat, 06 September 2013

23.35 6 September 2013



Saat ini adalah saat-saat aku membutuhkanmu. Bahkan rasa sakit perasaan ini pun kamu tidak peduli sama sekali, malah menyalahkan perasaan aku sendiri. Yang aku butuhkan hanya kedamaian perasaan dan pikiran, lepas dari belenggu pikiran tentangmu dengan sedikit kepedulian darimu. 

Mungkin kamu tak pernah mengerti, apa lagi ikut merasakan. Walaupun aku berusaha memberi tahumu tentang semua rasa sakit ini. Kamu hanya mengatakan “kalo jodoh gak kemana, jodoh Tuhan dah atur”. Lantas bagaimana jika tidak jodoh padahal menahan sakit bertahun-tahun tanpa kepastian? Konyol bukan? Apakah harus menyalahkan Tuhan, kamu atau perasaan aku sendiri? 

Mempertahankan rasa cinta ataupun mengucapkan selamat tinggal sama saja sakitnya. Mana yang harus aku pilih? Entahlah. Terlalu takut untuk memilih. Tidak ada kekuatan. Hanya berharap Tuhan yang menyelesaikan ini semua.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Astronot Karen Nyberg Juga Hobi Posting Foto ke Twitter

CALIFORNIA – Astronot perempuan asal Amerika Serikat (AS) yang saat ini berada di stasiun luar angkasa (ISS) Karen L. Nyberg juga memiliki hobi yang sama dengan mantan kepala astronot asal Kanada, Chris Hadfield. Ia pun senang berbagi foto luar angkasa yang menakjubkan ke akun Twitter-nya.

Sama halnya dengan Hadfield yang telah kembali ke Bumi pada 13 Mei lalu, Karen juga ingin memberikan wawasan dan pengalaman kesehariannya di antariksa. Seperti dikutip The Independent, Jumat (2/8/2013), ia mem-posting gambar makanan yang mengambang dan terfraksi cahaya dengan latar belakang pemandangan Bumi dari luar angkasa yang menakjubkan.

Langkahnya ini mengikuti jejak Hadfield yang kerap mem-posting berbagai foto dan video. Apapun yang di-posting olehnya selalu saja menarik banyak minat pemirsa atau followers-nya. Terlebih saat ia mem-posting video terakhir saat berada di ISS, menyanyikan lagu David Bowie berjudul ‘Space Oddity’ dengan gitarnya.

Popularitas astronot berusia 43 tahun ini sudah meningkat ketika ia sempat mem-posting cara mencuci rambut panjangnya di luar angkasa. Video yang dibagi ke YouTube itu sontak dibanjiri berbagai komentar dari pemirsanya.

Karen bersama dua astronot lainnya, Fyodor Yurchikin dari Rusia dan Luca Parmitan dari European Space Agency (ESA) diberangkatkan ke ISS dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhastan pada 28 Mei menggunakan kapal Soyuz TMA-09m.

Robot Kepiting Siap Menjelajah Dunia Bawah Laut

SEOUL – Peneliti dari Korean Institute of Ocean Science and Technology (KIOST) menciptakan robot berkaki enam yang dapat berjalan dan menjelajah bawah laut dalam kondisi yang sangat buruk sekalipun.

Dilansir dari The Future of Things, Jumat (2/8/2013), robot berbentuk seperti kepiting ini dikatakan akan menjelajahi sudut lautan yang belum pernah dijelajahi oleh robot-robot sebelumnya. Robot bernama Crabster CR200 memiliki enam kaki dengan persendian yang tak lebih dari tiga puluh sambungan.

Crabster CR200 bisa bertahan di dasar laut selama beberapa hari. Sang robot kepiting memiliki sumber tenaga eksternal di atas permukaan air dan dioperasikan oleh empat orang yang berada dalam ruangan di atas kapal.

Crabster juga dilengkapi dengan alat pemindai beresolusi tinggi, kamera berteknologi tinggi, profiler, dan beberapa kamera konvensional lainnya. Crabster CR200 sendiri dapat bergerak dengan kecepatan 1,5 meter per detik.

Misi dari robot kepiting ini adalah untuk menemukan bangkai-bangkai kapal karam yang terpendam. Menurut Ong-Huan Jun, kepala tim peneliti dari KIOST, Crabster CR200 masih dalam tahap uji coba. Tim masih melakukan pengetesan apakah tubuh robot tahan terhadap tekanan air.

Sejauh ini pengujian untuk kedalaman beberapa meter sudah sesuai dengan yang diharapkan. Meski sebenarnya Crabster didesain untuk mengksplorasi sampai 200 meter di bawah permukaan laut. Misi sebenarnya Crabster CR200 akan dilaksanakan pada 2014 mendatang.

Dua dari enam kaki milik Crabster nantinya akan bisa digunakan sebagai tangan untuk menggali atau mengambil sesuatu benda di bawah laut. Pada badan Crabster juga memiliki ruang penyimpanan untuk membawa objek yang diinginkan naik ke permukaan.

Ditemukan Batu Peninggalan Bagian dari Penyaliban Yesus (Bukan Isa A.S)?

ANKARA – Tim arkeolog belum lama ini melakukan penggalian situs sebuah gereja di Turki dan menemukan sebuah peti batu berisi peninggalan yang diduga menjadi bagian dari salib, di mana Yesus disalibkan.

Peninggalan itu ditemukan saat penggalian besar-besaran yang dilakukan di Gereja Balatlar yang dibangun pada tahun 660 di dekat Laut Hitam. Seorang profesor asal Turkey Mimar Sinan Fine Arts University, Gulgun Koroglu mengatakan bahwa artefak itu berkaitan dengan peristiwa penyaliban Yesus Kristus.

“Penemuan batu dalam peti ini sangat penting bagi kami. Karena artefak ini memiliki nilai sejarah yang paling tinggi yang pernah kita temukan sejauh ini. Di mana, kami meyakini batu tersebut menjadi bagian dari penyaliban Kristus kala itu,” ungkap Koruglu, sebagaimana disadur Fox News, Jumat (2/8/2013).

“Kami telah bekerja di sini selama empat tahun dan telah menemukan lebih dari

Wikipedia menjelaskan, penyaliban adalah salah satu bentuk hukuman yang diterapkan dalam Kekaisaran Romawi. Di mana, kedua tangan orang itu diikat dan kakinya diberi pijakan kayu.

Dalam agama Kristen diyakini bahwa Yesus Kristus disalib untuk menebus jiwa manusia. Sehingga, manusia yang berdosa akan digantikan atau ditebus hukumannya melalui pengorbanan yang dilakukan-Nya.

Yesus disalib pada abad ke-1 Masehi antara tahun 30-33 M. Menurut penanggalan Yahudi, Ia dieksekusi pada tanggal 14 Nisan beberapa jam sebelum hari Paskah Yahudi yang jatuh pada 15 Nisan.
2000 kerangka. Saya harap, tahun ini akan menjadi musim yang mendatangkan manfaat bagi kita semua. Sebab, banyak hal yang bisa dipelajari dari penemuan-penemuan ini,” tutupnya.

Kamis, 01 Agustus 2013

Teleskop Abadikan Foto Baru Galaksi Andromeda

CALIFORNIA - Astronom menggunakan kamera beresolusi tinggi, Hyper-Suprime Cam (HSC), yang ditempatkan pada Teleskop Subaru untuk menangkap foto terbaru dari galaksi Andromeda. Andromeda Galaxy yang memiliki kode nama M31 merupakan tetangga dari galaksi Bima Sakti.

Dilansir Space, Kamis, (1/8/2013), Andromeda menunjukkan tampilan cahaya secara keseluruhan yang ditangkap melalui Teleskop Subaru buatan Jepang yang ditempatkan di Mauna Kea, Hawaii. Instrumen dinamakan Hyper-Suprime Cam (HSC), yang menyediakan gambar tajam dari fenomena di luar angkasa melalui tampilan jendela bidik yang lebar.

Foto baru menujukkan bahwa kamera HSC menjanjikan resolusi tinggi dan mampu mengabadikan gambar melalui teleskop dengan bidang pandang selebar 1,5 derajat.

"Ini gambar pertama dari HSC yang benar-benar menarik. Kami sekarang dapat memulai, survei galaksi terbesar untuk memahami sejarah evolusi dan alam semesta," jelas Masahiro Takada, ilmuwan HSC yang bekerja di Kavli Institute for the Physics and Mathematics of the Universe, Jepang.

Dengan jarak 2,5 juta tahun cahaya, Andromeda, merupakan galaksi spiral paling dekat dengan Bumi. Galaksi tersebut juga diyakini serupa dengan galaksi Bima Sakti.

Galaksi cerah bisa terlihat sebagai 'noda samar' di langit dengan mata telanjang. Galaksi tersebut pernah ditulis pertama kali pada 964 masehi oleh astronom al-Sufi asal Persia.

Tangkapan gambar galaksi oleh teleskop luar angkasa buatan negeri sakura tersebut mampu memberikan data yang berharga untuk penelitian. "Data tersebut akan memungkinkan para ilmuwan untuk memetakan distribusi materi gelap, membatasi sifat energi gelap, dan mencari galaksi 'bayi' yang baru saja lahir di awal alam semesta," pungkas Takada.

Ilmuwan Uji Transplantasi Gigi dari Urin Manusia

SHANGHAI – Tim peneliti asal China belum lama ini melakukan sebuah uji coba menggunakan sel yang dihasilkan dari air seni (urin) untuk membangun sebuah struktur menyerupai gigi manusia. Mereka berharap, sel induk manusia bisa menjadi dasar untuk benih gigi yang ditransplantasikan ke rahang pasien.

Dalam percobaannya saat ini yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Regeneration, para peneliti mentransplantasikan sel induk tersebut pada tikus dan mampu menumbuhkan gigi layaknya manusia. Di mana, memiliki elastisitas, pulp, dentin, dan enamel sel pembentuk yang sama seperti dilaporkan Medical News Today.

Namun terdapat beberapa keterbatasan, seperti struktur yang baru memiliki sepertiga sekeras gigi manusia dan tingkat keberhasilan yang baru hanya mencapai 30 persen. Para peneliti berharap dengan menggunakan sel manusia dapat menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami ingin mewujudkan impian regenerasi gigi manusia untuk terapi klinis,” ungkap salah seorang peneliti. Sebab, dengan menggunakan sel-sel pasien sendiri maka risiko penolakan tubuh bisa berkurang. Akan tetapi, tidak semua orang berpikir bahwa urin merupakan sumber terbaik untuk sel induk.

“Ini bisa jadi salah satu sumber terburuk karena memiliki tingkat efisiensi yang sangat rendah untuk mengubahnya menjadi sel induk,” jelas seorang peneliti dari University College di Inggris, seperti disadur dari Mashable, Rabu (31/7/2013)

“Belum lagi bakteri dalam urin memiliki risiko kontaminasi yang lebih tinggi daripada sumber lainnya. Tantangan terbesarnya, gigi yang sudah mendapatkan tindakan pulp harus dipastikan mereka dapat mengintegerasikannya dengan saraf dan pembuluh darah pasien untuk mendapatkan gigi permanen,” pungkasnya.

Pro & Kontra Monogami Antar Mamalia

LONDON – Monogami (memiliki satu pasangan untuk seumur hidup) pada beberapa mamalia hingga kini masih menjadi teka-teki evolusi yang diperdebatkan. Para ilmuwan  dari University College di London mengatakan bahwa gen memiliki peranan yang besar dalam hal ini.

Sebab, gen yang merupakan pembawa sifat akan mempengaruhi perilaku. Di mana, terdapat satu gen yang menentukan jenis reseptor vasopressin atau hormon neurohypophysial di otak pada sebagian besar mamalia. Itulah mengapa sebagian ilmuwan berpendapat bahwa jarang ada mamalia dapat bermonogami.

Disadur The Hindu, Rabu (31/7/2013), mamalia betina memiliki periode kehamilan yang lama untuk menghasilkan keturunan. Sementara, di saat yang sama para pejantan tidak memiliki beban secara fisik sehingga tidak menutup kemungkinan untuk membuahi banyak betina lainnya.

Para ilmuwan mengajukan tiga hipotesis untuk memahami perilaku hewan mamalia ini. Pertama, alasan mereka bermonogami karena keinginan sang ayah membantu merawat anaknya sehingga dapat meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup.

Kedua, jumlah betina dalam suatu lingkungan yang melimpah sehingga sulit bagi si pejantan untuk tidak memiliki lebih dari satu pasangan. Terakhir, alasan bermonogami mungkin dipilih sebagai upaya hewan jantan untuk melindungi anak-anak dari predator lain yang ingin menghentikan penyebaran genetiknya.

Untuk sementara, tim peneliti menduga alasan yang paling masuk akal untuk bermonogami lebih dikarenakan untuk melindungi anak-anaknya. Di mana ketika hewan betina melahirkan dan memiliki bayi maka sang ayah akan menjadi “bapak kerumahan” dengan berperilaku setia untuk bersama-sama merawatnya, tetapi ketika musim kawin datang maka ada kemungkinan untuk terjadinya pembunuhan bayi.

“Masa-masa yang paling rentan adalah ketika si betina dalam masa menyusui. Selama masa tersebut biasanya ia akan menunda kembalinya berovulasi. Sementara jika bayinya mati, wanita akan mulai berovulasi lebih cepat,” jelas salah seorang peneliti Christopher Opie.

“Nah, ini menjadi situasi yang menguntungkan si jantan untuk  melakukan hubungan intim karena besar kemungkinan untuk meneruskan gennya ke generasi berikutnya,” lanjutnya.