Minggu, 20 April 2014

Aazar adalah Ayah ataukah Paman Nabi Ibrahim ?

Tidak sedikit yang menyampaikan bahwa ayah Nabi Ibrahim as bernama 'Aazar pembuat patung-patung (berhala) sebagai tuhan untuk disembah. Hal itu karena hanya sekedar membaca teks ayat (terjemahan ayat) dalam al-Qur'an surah al-An'am ayat 74, tanpa mengetahui penjelasannya dari para ahli tafsir. 

Didalam al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ


"Dan (Ingatlah) di waktu Ibrahim Berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya Aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata." (Q.S Al An`am : 74)

Dalam ayat tersebut, 'Aazar disebut sebagai ayah Nabi Ibrahim as. Akan tetapi maksud abihi (ayahnya) Nabi Ibrahim yang bernama Aazar adalah pamannya, bukan ayahnya.

Imam Mujahid berkata :

ليس آزر أبا إبراهيم

"Aazar bukanlah ayah Nabi Ibrahim As", atsar ini telah ditakhrij oleh Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Al-Mundzir dan Ibnu Abi Hathim dengan sebagian jalan yang shahih.

Ibnu Al-Mundzir telah mentakhrij dengan sanad yang shahih dari Ibnu Juraij tentang firman Allah Swt. وإذ قال إبراهيم لأبيه آزر. Maka beliau berkomentar :

ليس آزر بابيه إنما هو إبراهيم بن تيرح أو تارح بن شاروخ بن ناحور بن فالخ
"Azar bukanlah ayah Nabi Ibrahim. Sesungguhnya beliau as. adalah Ibrahim bin Tirah atau Tarih bin Syarukh bin Nakhur bin Falikh"


Ibnu Abi Hatim mentakhrij dengan sanad yang shahih dari As-Sadi bahwa beliau ditanya "Ayah Nabi Ibrahim itu Azar, maka beliau menjawab "bukan tapi Tarih".

Dari Muhammad bin Ka’ab Al-Quradzhi bahwasanya beliau berkata "Terkadang paman dari jalur ayah atau jalur ibu disebut ayah".

Imam Fakhru Ar-Razi berkata :

إن آزر لم يكن والد إبراهيم بل كان عمه واحتجوا عليه بوجوه: منها أن آباء الأنبياء ما كانوا كفارا ويدل عليه وجوه: منها قوله تعالى ( الذي يراك حين تقوم وتقلبك في الساجدين قيل معناه أنه كان ينقل نوره من ساجد إلى ساجد وبهذا التقدير فالآية دالة على أن جميع آباء محمد صلى الله عليه وسلم كانوا مسلمين وحينئذ يجب القطع بأن والد إبراهيم ما كان من الكافرين إنما ذاك عمه

"Sesungguhnya Aazar bukanlah ayah nabi Ibrahim As akan tetapi pamannya. Para ulama berhujjah atas hal ini dengan beberapa arahan, di antaranya; Bahwa datuk-datuk para Nabi bukanlah orang kafir, dengan dalil di antaranta ayat; (الذي يراك حين تقوم وتقلبك في الساجدين), dikatakan maknanya adalah bahwasanya cahaya Nabi berpindah-pindah dari sulbi seorang ahli sujud (muslim) ke ahli sujud lainnya. Dengan makna ini, maka ayat tersebut menunjukkan bahwasanya semua datuk nabi Muhammad Saw adalah orang-orang muslim. Maka ketika itu wajib memastikan bahwa ayah nabi Ibrahim bukanlah dari orang kafir melainkan itu adalah pamannya".


Wallahu A'lam

Disarikan dari tulisan Ust. Ibnu Abdillah Al Katibi http://ibnu-alkatibiy.blogspot.com/2012/05/wahhabi-salafi-mendahului-allah-dengan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar