Jumat, 06 September 2013

23.35 6 September 2013



Saat ini adalah saat-saat aku membutuhkanmu. Bahkan rasa sakit perasaan ini pun kamu tidak peduli sama sekali, malah menyalahkan perasaan aku sendiri. Yang aku butuhkan hanya kedamaian perasaan dan pikiran, lepas dari belenggu pikiran tentangmu dengan sedikit kepedulian darimu. 

Mungkin kamu tak pernah mengerti, apa lagi ikut merasakan. Walaupun aku berusaha memberi tahumu tentang semua rasa sakit ini. Kamu hanya mengatakan “kalo jodoh gak kemana, jodoh Tuhan dah atur”. Lantas bagaimana jika tidak jodoh padahal menahan sakit bertahun-tahun tanpa kepastian? Konyol bukan? Apakah harus menyalahkan Tuhan, kamu atau perasaan aku sendiri? 

Mempertahankan rasa cinta ataupun mengucapkan selamat tinggal sama saja sakitnya. Mana yang harus aku pilih? Entahlah. Terlalu takut untuk memilih. Tidak ada kekuatan. Hanya berharap Tuhan yang menyelesaikan ini semua.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Astronot Karen Nyberg Juga Hobi Posting Foto ke Twitter

CALIFORNIA – Astronot perempuan asal Amerika Serikat (AS) yang saat ini berada di stasiun luar angkasa (ISS) Karen L. Nyberg juga memiliki hobi yang sama dengan mantan kepala astronot asal Kanada, Chris Hadfield. Ia pun senang berbagi foto luar angkasa yang menakjubkan ke akun Twitter-nya.

Sama halnya dengan Hadfield yang telah kembali ke Bumi pada 13 Mei lalu, Karen juga ingin memberikan wawasan dan pengalaman kesehariannya di antariksa. Seperti dikutip The Independent, Jumat (2/8/2013), ia mem-posting gambar makanan yang mengambang dan terfraksi cahaya dengan latar belakang pemandangan Bumi dari luar angkasa yang menakjubkan.

Langkahnya ini mengikuti jejak Hadfield yang kerap mem-posting berbagai foto dan video. Apapun yang di-posting olehnya selalu saja menarik banyak minat pemirsa atau followers-nya. Terlebih saat ia mem-posting video terakhir saat berada di ISS, menyanyikan lagu David Bowie berjudul ‘Space Oddity’ dengan gitarnya.

Popularitas astronot berusia 43 tahun ini sudah meningkat ketika ia sempat mem-posting cara mencuci rambut panjangnya di luar angkasa. Video yang dibagi ke YouTube itu sontak dibanjiri berbagai komentar dari pemirsanya.

Karen bersama dua astronot lainnya, Fyodor Yurchikin dari Rusia dan Luca Parmitan dari European Space Agency (ESA) diberangkatkan ke ISS dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhastan pada 28 Mei menggunakan kapal Soyuz TMA-09m.

Robot Kepiting Siap Menjelajah Dunia Bawah Laut

SEOUL – Peneliti dari Korean Institute of Ocean Science and Technology (KIOST) menciptakan robot berkaki enam yang dapat berjalan dan menjelajah bawah laut dalam kondisi yang sangat buruk sekalipun.

Dilansir dari The Future of Things, Jumat (2/8/2013), robot berbentuk seperti kepiting ini dikatakan akan menjelajahi sudut lautan yang belum pernah dijelajahi oleh robot-robot sebelumnya. Robot bernama Crabster CR200 memiliki enam kaki dengan persendian yang tak lebih dari tiga puluh sambungan.

Crabster CR200 bisa bertahan di dasar laut selama beberapa hari. Sang robot kepiting memiliki sumber tenaga eksternal di atas permukaan air dan dioperasikan oleh empat orang yang berada dalam ruangan di atas kapal.

Crabster juga dilengkapi dengan alat pemindai beresolusi tinggi, kamera berteknologi tinggi, profiler, dan beberapa kamera konvensional lainnya. Crabster CR200 sendiri dapat bergerak dengan kecepatan 1,5 meter per detik.

Misi dari robot kepiting ini adalah untuk menemukan bangkai-bangkai kapal karam yang terpendam. Menurut Ong-Huan Jun, kepala tim peneliti dari KIOST, Crabster CR200 masih dalam tahap uji coba. Tim masih melakukan pengetesan apakah tubuh robot tahan terhadap tekanan air.

Sejauh ini pengujian untuk kedalaman beberapa meter sudah sesuai dengan yang diharapkan. Meski sebenarnya Crabster didesain untuk mengksplorasi sampai 200 meter di bawah permukaan laut. Misi sebenarnya Crabster CR200 akan dilaksanakan pada 2014 mendatang.

Dua dari enam kaki milik Crabster nantinya akan bisa digunakan sebagai tangan untuk menggali atau mengambil sesuatu benda di bawah laut. Pada badan Crabster juga memiliki ruang penyimpanan untuk membawa objek yang diinginkan naik ke permukaan.

Ditemukan Batu Peninggalan Bagian dari Penyaliban Yesus (Bukan Isa A.S)?

ANKARA – Tim arkeolog belum lama ini melakukan penggalian situs sebuah gereja di Turki dan menemukan sebuah peti batu berisi peninggalan yang diduga menjadi bagian dari salib, di mana Yesus disalibkan.

Peninggalan itu ditemukan saat penggalian besar-besaran yang dilakukan di Gereja Balatlar yang dibangun pada tahun 660 di dekat Laut Hitam. Seorang profesor asal Turkey Mimar Sinan Fine Arts University, Gulgun Koroglu mengatakan bahwa artefak itu berkaitan dengan peristiwa penyaliban Yesus Kristus.

“Penemuan batu dalam peti ini sangat penting bagi kami. Karena artefak ini memiliki nilai sejarah yang paling tinggi yang pernah kita temukan sejauh ini. Di mana, kami meyakini batu tersebut menjadi bagian dari penyaliban Kristus kala itu,” ungkap Koruglu, sebagaimana disadur Fox News, Jumat (2/8/2013).

“Kami telah bekerja di sini selama empat tahun dan telah menemukan lebih dari

Wikipedia menjelaskan, penyaliban adalah salah satu bentuk hukuman yang diterapkan dalam Kekaisaran Romawi. Di mana, kedua tangan orang itu diikat dan kakinya diberi pijakan kayu.

Dalam agama Kristen diyakini bahwa Yesus Kristus disalib untuk menebus jiwa manusia. Sehingga, manusia yang berdosa akan digantikan atau ditebus hukumannya melalui pengorbanan yang dilakukan-Nya.

Yesus disalib pada abad ke-1 Masehi antara tahun 30-33 M. Menurut penanggalan Yahudi, Ia dieksekusi pada tanggal 14 Nisan beberapa jam sebelum hari Paskah Yahudi yang jatuh pada 15 Nisan.
2000 kerangka. Saya harap, tahun ini akan menjadi musim yang mendatangkan manfaat bagi kita semua. Sebab, banyak hal yang bisa dipelajari dari penemuan-penemuan ini,” tutupnya.

Kamis, 01 Agustus 2013

Teleskop Abadikan Foto Baru Galaksi Andromeda

CALIFORNIA - Astronom menggunakan kamera beresolusi tinggi, Hyper-Suprime Cam (HSC), yang ditempatkan pada Teleskop Subaru untuk menangkap foto terbaru dari galaksi Andromeda. Andromeda Galaxy yang memiliki kode nama M31 merupakan tetangga dari galaksi Bima Sakti.

Dilansir Space, Kamis, (1/8/2013), Andromeda menunjukkan tampilan cahaya secara keseluruhan yang ditangkap melalui Teleskop Subaru buatan Jepang yang ditempatkan di Mauna Kea, Hawaii. Instrumen dinamakan Hyper-Suprime Cam (HSC), yang menyediakan gambar tajam dari fenomena di luar angkasa melalui tampilan jendela bidik yang lebar.

Foto baru menujukkan bahwa kamera HSC menjanjikan resolusi tinggi dan mampu mengabadikan gambar melalui teleskop dengan bidang pandang selebar 1,5 derajat.

"Ini gambar pertama dari HSC yang benar-benar menarik. Kami sekarang dapat memulai, survei galaksi terbesar untuk memahami sejarah evolusi dan alam semesta," jelas Masahiro Takada, ilmuwan HSC yang bekerja di Kavli Institute for the Physics and Mathematics of the Universe, Jepang.

Dengan jarak 2,5 juta tahun cahaya, Andromeda, merupakan galaksi spiral paling dekat dengan Bumi. Galaksi tersebut juga diyakini serupa dengan galaksi Bima Sakti.

Galaksi cerah bisa terlihat sebagai 'noda samar' di langit dengan mata telanjang. Galaksi tersebut pernah ditulis pertama kali pada 964 masehi oleh astronom al-Sufi asal Persia.

Tangkapan gambar galaksi oleh teleskop luar angkasa buatan negeri sakura tersebut mampu memberikan data yang berharga untuk penelitian. "Data tersebut akan memungkinkan para ilmuwan untuk memetakan distribusi materi gelap, membatasi sifat energi gelap, dan mencari galaksi 'bayi' yang baru saja lahir di awal alam semesta," pungkas Takada.

Ilmuwan Uji Transplantasi Gigi dari Urin Manusia

SHANGHAI – Tim peneliti asal China belum lama ini melakukan sebuah uji coba menggunakan sel yang dihasilkan dari air seni (urin) untuk membangun sebuah struktur menyerupai gigi manusia. Mereka berharap, sel induk manusia bisa menjadi dasar untuk benih gigi yang ditransplantasikan ke rahang pasien.

Dalam percobaannya saat ini yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Regeneration, para peneliti mentransplantasikan sel induk tersebut pada tikus dan mampu menumbuhkan gigi layaknya manusia. Di mana, memiliki elastisitas, pulp, dentin, dan enamel sel pembentuk yang sama seperti dilaporkan Medical News Today.

Namun terdapat beberapa keterbatasan, seperti struktur yang baru memiliki sepertiga sekeras gigi manusia dan tingkat keberhasilan yang baru hanya mencapai 30 persen. Para peneliti berharap dengan menggunakan sel manusia dapat menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami ingin mewujudkan impian regenerasi gigi manusia untuk terapi klinis,” ungkap salah seorang peneliti. Sebab, dengan menggunakan sel-sel pasien sendiri maka risiko penolakan tubuh bisa berkurang. Akan tetapi, tidak semua orang berpikir bahwa urin merupakan sumber terbaik untuk sel induk.

“Ini bisa jadi salah satu sumber terburuk karena memiliki tingkat efisiensi yang sangat rendah untuk mengubahnya menjadi sel induk,” jelas seorang peneliti dari University College di Inggris, seperti disadur dari Mashable, Rabu (31/7/2013)

“Belum lagi bakteri dalam urin memiliki risiko kontaminasi yang lebih tinggi daripada sumber lainnya. Tantangan terbesarnya, gigi yang sudah mendapatkan tindakan pulp harus dipastikan mereka dapat mengintegerasikannya dengan saraf dan pembuluh darah pasien untuk mendapatkan gigi permanen,” pungkasnya.

Pro & Kontra Monogami Antar Mamalia

LONDON – Monogami (memiliki satu pasangan untuk seumur hidup) pada beberapa mamalia hingga kini masih menjadi teka-teki evolusi yang diperdebatkan. Para ilmuwan  dari University College di London mengatakan bahwa gen memiliki peranan yang besar dalam hal ini.

Sebab, gen yang merupakan pembawa sifat akan mempengaruhi perilaku. Di mana, terdapat satu gen yang menentukan jenis reseptor vasopressin atau hormon neurohypophysial di otak pada sebagian besar mamalia. Itulah mengapa sebagian ilmuwan berpendapat bahwa jarang ada mamalia dapat bermonogami.

Disadur The Hindu, Rabu (31/7/2013), mamalia betina memiliki periode kehamilan yang lama untuk menghasilkan keturunan. Sementara, di saat yang sama para pejantan tidak memiliki beban secara fisik sehingga tidak menutup kemungkinan untuk membuahi banyak betina lainnya.

Para ilmuwan mengajukan tiga hipotesis untuk memahami perilaku hewan mamalia ini. Pertama, alasan mereka bermonogami karena keinginan sang ayah membantu merawat anaknya sehingga dapat meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup.

Kedua, jumlah betina dalam suatu lingkungan yang melimpah sehingga sulit bagi si pejantan untuk tidak memiliki lebih dari satu pasangan. Terakhir, alasan bermonogami mungkin dipilih sebagai upaya hewan jantan untuk melindungi anak-anak dari predator lain yang ingin menghentikan penyebaran genetiknya.

Untuk sementara, tim peneliti menduga alasan yang paling masuk akal untuk bermonogami lebih dikarenakan untuk melindungi anak-anaknya. Di mana ketika hewan betina melahirkan dan memiliki bayi maka sang ayah akan menjadi “bapak kerumahan” dengan berperilaku setia untuk bersama-sama merawatnya, tetapi ketika musim kawin datang maka ada kemungkinan untuk terjadinya pembunuhan bayi.

“Masa-masa yang paling rentan adalah ketika si betina dalam masa menyusui. Selama masa tersebut biasanya ia akan menunda kembalinya berovulasi. Sementara jika bayinya mati, wanita akan mulai berovulasi lebih cepat,” jelas salah seorang peneliti Christopher Opie.

“Nah, ini menjadi situasi yang menguntungkan si jantan untuk  melakukan hubungan intim karena besar kemungkinan untuk meneruskan gennya ke generasi berikutnya,” lanjutnya.

Misteri Astronot yang Nyaris Meninggal di Luar Angkasa

CALIFORNIA - Pada pertengahan bulan ini, seorang astronot asal Italia, Luca Parmitano dikabarkan mengalami kendala saat melakukan aktivitas spacewalk di ISS. Peristiwa tersebut hampir merenggut nyawa Luca, karena munculnya air yang memenuhi bagian dalam helm yang dikenakannya.

Dilansir Technobuffalo, Rabu (31/7/2013), astronot badan antariksa Amerika Serikat, NASA, Chris Cassidy mencoba menjelaskan apa yang menyebkan helm Luca dipenuhi dengan air. Chris mengungkapkan bahwa pakaian astronot Luca yang misterius mulai bocor dan mengalirkan air pendingin ke dalam sistem ventilasinya.

Kemudian, air tersebut tersebar ke dalam helm yang dipakai oleh Luca. Cassidy mengatakan, insinyur NASA masih belum mengetahui bagaimana helm astronot ISS tersebut bisa menjadi 'akuarium'.

Tim masih menyelidiki apa yang menyebabkan kebocoran. NASA berharap bahwa kejadian seperti yang dialami Luca Parmitano tidak terulang kembali.

Seperti diketahui, imbas dari dipenuhinya helm oleh air tersebut tidak hanya mengganggu pernapasan astronot, tetapi juga mengganggu sistem komunikasi. Lebih buruk lagi, air mengisi hingga ke telinga, mata, hidung dan mulut. Sehingga, aktivitas spacewalk tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Kabarnya, beredar video di mana Luca mengalami masa-masa kritis tersebut. Ia juga menjelaskan secara singkat apa yang terjadi saat dirinya berada dalam kondisi mengerikan tersebut.

Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, beberapa dugaan atau petunjuk muncul terkait air tersebut. Luca Parmitano mengatakan bahwa air tersebut bukanlah air minuman dari kantong, tetapi pendingin antibakteri 'yodium-doped' yang biasa digunakan untuk menjaga kantong minuman agar tetap dingin.

Misi spacewalk-nya kemudian dihentikan dalam total durasi 92 menit. Rekor terpendek dari rencana misi spacewalk selama lima jam.

Printer 3D Rambah Dunia Penelitian Antariksa

WASHINGTON - International Space Station (ISS) akan menggunakan printer tiga dimensi (3D) di pangkalan luar angkasa. Printer ini nantinya akan digunakan untuk mencetak peralatan penting, berbagai komponen, dan benda-benda yang akan membuat mereka bermukim lebih nyaman di luar angkasa.

Printer tersebut didesain secara khusus dengan manufaktur komponen luar angkasa yang dibuat oleh Space dan akan hadir pada 2014 mendatang.

Printer tiga dimensi ini didesain dengan bahan-bahan yang sesuai untuk digunakan di luar angkasa agar bisa beroperasi pada nol gravitasi. Seperti dikutip dari The Scotsman, Rabu (31/7/2013), printer 3D rencananya bisa digunakan untuk mendaur ulang 30 persen suku cadang di pangkalan luar angkasa.

Awal tahun 2013 Badan Antariksa Eropa (EAS) juga telah melakukan penelitian tentang kemungkinan pemakaian printer 3D untuk digunakan pada penelitian angkasa luar.

EAS memprediksikan untuk menciptakan bulan kecil lewat printer berteknologi terbaru. Permukaan seluruh bulan akan dicetak melalui printer 3D dengan bahan-bahan dasar yang berasal dari material asli bulan.

Printer inovatif ini dapat menciptakan objek dengan mesin yang berbasis model digital. Objek-objek kecil berbahan dasar plastik yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan bisa dirancan dan diciptakan melalui teknologi printer 3D.

Foto Unik Galaksi Bima Sakti Berwarna Biru

LONDON - Seorang fotografer objek langit, Chad Powell menjelaskan di Flickr bahwa dirinya menangkap sebuah gambar mengesankan dari galaksi Bima Sakti. Tak sembarangan tempat, ia mengabadikan bima sakti yang berwarma biru tersebut di sebuah tempat di selatan Inggris yang rendah polusi cahaya.

Dilansir Universetoday, Kamis, (1/8/2013), pemandangan langit dan laut yang luar biasa dan hampir berdenyut dengan warna biru yang menakjubkan. "Saya tinggal di Isle of Wight (selatan Inggris) yang dikenal memiliki polusi cahaya minim, " ungkap Chad.

Ia mengakui bahwa umumnya ia sering menjepret gambar langit di kebun belakang rumahnya. Namun, ia memutuskan untuk mengubah lokasi hunting foto angkasa dan mengabadikan galaksi Bima Sakti di pantai lokal.

"Bima Sakti begitu cerah di langit, itu menakjubkan. Lampu-lampu di sebelah kiri adalah dari perahu nelayan puluhan mil ke laut," tambah Chad. Kabarnya, foto unik yang ditangkap astrophotographers ini diambil pada 16 Mei 2013.

Di awal Juli, astronom mengklaim telah menemukan bintang baru yang berukuran besar. Bintang yang dijuluki 'Supersun' ini lahir di galaksi Bima Sakti.

Bintang raksasa tersebut konon memiliki ukuran 100 kali lipat lebih besar ketimbang matahari sistem tata surya. Jarak bintang ini ialah 11 ribu tahun cahaya dari Bumi.

Rabu, 31 Juli 2013

Teleskop Tangkap Awan Spiral Pengepung Galaksi

WASHINGTON - Teleskop Hubble berhasil menangkap gambar pusaran kosmik yang mencolok pada Galaksi NGC 524. Galaksi ini berada pada konstelasi Pisces yang berjarak sembilan puluh juta tahun cahaya dari Bumi.

Seperti dilansir Science Daily, NGC 524 merupakan galaksi jenis baru yang dinamakan galaksi lentikular. Galaksi ini bukan berbentuk lonjong seperti galaksi Bima Sakti maupun berbentuk spiral. Galaksi diprediksi merupakan evolusi dari galaksi spiral.

Galaksi spiral sendiri adalah galaksi yang ditemukan pada pertengahan abad milenium yang berbentuk berputar-putar seperti spiral.

Dalam putaran tersebut terdapat jutaan bintang. Dan bintang awalnya adalah sebuah awan raksasa yang berisikan gas dan debu. Apabila debu dan gas tersebut menjadi cukup padat, maka awan raksasa ini akan menjadi rahim untuk kelahiran sebuah bintang.

Ketika semua gas dan debu ini berkurang atau menghilang ke antariksa, lengan-lengan awan raksasa akan memudar secara bertahap dan bentuk spiral mulai melemah.

Pada akhir dari proses tersebutlah yang tersisa menjadi galaksi lentikural: piringan cahaya cerlang yang dipenuhi oleh jutaan bintang merah dan tua yang dikepung oleh sedikit gas dan awan yang menempel pada galaksi tersebut.

Gambar ini menunjukkan bentuk NGC 524 secara rinci, yang dibentuk oleh sisa gas yang mengelilingi pusat tonjolan galaksi. Pengamatan galaksi ini telah mengungkapkan pergerakan spiral yang terus berkembang secara bertahap, menjelaskan strukturnya yang rumit.

Ilmuwan Teliti Perputaran Lubang Hitam di Angkasa

CALIFORNIA – Alam semesta selalu memiliki daya tarik tersendiri untuk dipelajari lebih dalam. Termasuk, penemuan baru mengenai lubang hitam di luar angkasa.

Para astronom telah menyaksikan lubang hitam menjadi inti yang dikelilingi galaksi spiral yang berjarak sekira 500 juta tahun cahaya dari Bumi. Dengan mengukur jarak antara tepi dalam dari disk dan lubang hitam ini memungkinkan mereka untuk memprediksi perputaran lubang hitam tersebut seperti dilaporkan Space.com.

Sebelumnya para astronom juga pernah melakukan usaha pengukuran distorsi cahaya berenergi tinggi yang dipancarkan oleh atom besi dalam disk akresi. Tetapi, kali ini mereka menggunakan metode berbeda. Demikian disitat Softpedia, Rabu (31/7/2013).

“Ketika lubang hitam berputar, ia membawa partikel-partikel kecil di sekitarnya untuk mendekat ke arah lubang hitam. Sehingga, lubang hitam tersebut berputar lebih cepat lagi dan lagi,” ungkap penulis utama studi tersebut, Chris Done.

Studi ini menunjukkan bahwa lubang hitam tersebut memiliki tingkat putaran relatif rendah. Dengan penemuan metode ini, diharapkan bisa membantu para astronom menjawab banyak pertanyaan seputar evolusi galaksi.

Ilmuwan Dikagetkan Penemuan 'Ruang Kematian' 6000 Tahun

LONDON - Arkeolog di Inggris baru-baru ini mengungkap temuan dua ruangan besar yang dipercaya sebagai makam kuno pada era prasejarah. Arkeolog dari University of Manchester dan Herefordshire Council meneliti ruangan tua tersebut yang berusia 6.000 tahun.

Dilansir Phys, Rabu (31/7/2013), temuan sensasional ini ditemukan di Dorstone Hill, dekat Peterchurch di wilayah Herefordshire. Peneliti yang menggunakan penanggalan karbon mengungkap ruangan masa lampau tersebut pernah didirikan antara 4000 sampai 3600 sebelum masehi.

Di situs tersebut, arkeolog menemukan bekas kayu yang terbakar. Ini menunjukkan karakter struktur bangunan berada di atas permukaan tanah. Bangunan tersebut kemungkinan digunakan oleh seluruh masyarakat dan memiliki ukuran panjang 70 meter x 30 meter.

Tim arkeolog mengungkapkan, bangunan atau ruang besar tersebut sengaja dibakar setelah dibangun dan jasad manusia dimasukkan ke dalam dua ruang pemakaman.

Di dalam ruangan tersebut, ditemukan kamar mayat seukuran 7 meter x 2,5 meter dengan soket atau lubang besar. Lubang tersebut diyakini sebagai tempat sisa-sisa jasad orang yang telah meninggal.

Profesor Arkeologi dari University of Manchester, Julian Thomas mengatakan, temuan ini penting dan besar. Sebab, ini menunjukkan pemahaman tim peneliti tentang kehidupan prasejarah.

"Ini membuat hubungan antara rumah dan makam lebih kuat daripada pemeriksaan lainnya yang pernah dilakukan. Ruang Neolitik awal ini sudah sangat jarang, tapi untuk menemukan mereka dalam barrow (timbunan tanah) panjang adalah penemuan besar sepanjang hidup," kata Thomas.

Wah, Es Kutub Utara Kian Mencair

WASHINGTON - Peneliti University of Washington memonitor area kutub utara dan menemukan bahwa daerah bersuhu rendah tersebut memiliki es yang mencair. Uniknya, meskipun es di kutub utara mencair, namun tidak ditemukan tanda-tanda banjir.

"Setiap musim panas ketika matahari mencairkan permukaan, air harus pergi ke suatu tempat, sehingga terakumulasi di kolam ini. Ini tidak terlihat sangat ekstrim," kata Jamie Morison, ilmuwan kutub di UW Applied Physics Laboratory, seperti dikutip Sciencedaily, Rabu (31/7/2013).

Selama akhir pekan tim peneliti memposting penjelasan untuk mengungkap bahwa tidak ada banjir di kutub, melainkan es yang mencair. Peneliti mengandalkan kamera lensa 'mata ikan' (fisheye) untuk mengobservasi area Arktik.

Peneliti memperkirakan kolam mencair dalam gambar hanya lebih dari 2 meter dan memiliki lebar hanya beberapa ratus kaki. Mencairnya kolam es tersebut kabarnya tidak biasa terjadi pada periode akhir Juli.

Peneliti lebih lanjut mengatakan, pada akhir Juli, kolam akan kering. Ini merupakan siklus normal untuk kolam air lelehan yang terbentuk dari salju dan es.

Melalui sebuah pelampung khusus untuk kegiatan penelitian, ilmuwan kutub banyak mendapat informasi mengenai suhu atau ketinggian kolam es di kutub. Pelampung tersebut pertama kali mengapung di kolam es kutub pada April, yang merupakan waktu awal musim cairnya es kutub.

Pelampung juga mengukur cuaca, es dan data laut. Sementara perangkat webcam yang dimanfaatkan peneliti juga mengirimkan gambar melalui satelit setiap 6 jam sekali.

Mirip Asli, Ilmuwan Bikin Telinga Buatan dari Printer 3D

WASHINGTON - Ilmuwan membangun telinga manusia buatan yang tampak serupa dengan telinga manusia asli. Kabarnya, pembuatan telinga tiruan itu menggunakan sel dari hewan ternak dan bantuan printer tiga dimensi (3D).

Dilansir Dailymail, Rabu (31/7/2013), cetakan telinga tiruan ini menggunakan teknologi printer 3D yang terbuat dari sel tulang rawan domba dan kolagen sapi. Ilmuwan menanamkan sel ke dalam tubuh tikus dan menumbuhkannya selama periode tiga bulan.

Organ manusia buatan ini didesain melalui bedah plastik untuk membuatnya mirip telinga asli. Peneliti dari Massachusetts menumbuhkan sejumlah sel tulang rawan untuk menyesuaikan dengan model yang diinginkan di bawah kulit tikus.

Ilmuwan juga mengandalkan kawat untuk memberikan bentuk pada implan dan membuat telinga tiruan tersebut menekuk serta lentur persis telinga manusia. Para ilmuwan asal Amerika Serikat ini berharap telinga buatan tersebut bisa digunakan dalam operasi transplantasi setelah rampungnya uji klinis.

Ilmuwan mengungkapkan, telingan tiruan ini berhasil dicetak dari komponen senyawa silikon khusus, polydimethylsiloxane. Thomas Cervantes dari Massachusetts General Hospital dan timnya menggunakan model digital 3D untuk mendesain telinga tiruan agar sesuai dengan ukuran, bentuk dan proporsi telinga asli.

Agustus, Hujan Meteor 'Perseid' Hiasi Langit Malam

CALIFORNIA - Ilmuwan mengatakan, hujan meteor perseid diperdiksi muncul pada pertengahan Agustus 2013. Hujan meteor tahunan ini akan menampilkan meteor cerah yang melesat cepat di langit malam.

Dilansir Latimes, Rabu (31/7/2013), tandai kalender Anda, sebab hujan meteor perseid berada di posisi puncaknya pada 12 dan 13 Agustus 2013. " Kami telah menemukan bahwa salah satu hujan meteor menghasilkan bola api lebih dari yang lain," ungkap Bill Cooke dari Meteoroid Environment Office, NASA.

Bola api meteor ini dikatakan sangat cemerlang dan bersinar setidaknya seterang Jupiter atau Venus di langit malam. Cooke dan timnya telah melacak aktivitas bola api sejak 2008 menggunakan jaringan kamera meteor yang tersebar di Amerika Serikat.

Sebuah grafik yang dirilis oleh NASA juga menunjukkan, meteor perseid berinar terang di semua hujan meteor tahunan. Berikutnya, ilmuwan mengatakan bahwa akan muncul meteor geminid setelah hujan meteor perseid.

Meteor perseid terjadi setiap tahun pada Agustus saat Bumi melewati aliran debu dan puing-puing di belakang komet Swift-Tuttle. Debu komet ini bergerak menghantam ke dalam atmosfer Bumi di kecepatan 132 ribu mph dan terbakar, kemudian menghasilkan garis-garis cahaya di langit.

Tahun lalu, hujan meteor perseid terjadi pada 13 Agustus 2013. Dilaporkan bahwa fenomena alam tersebut terlihat sekira pukul 9 p.m EDT (Eastern Daylight Time) dengan sejumlah kecil bintang jatuh yang dapat terlihat.

Lalu, berselang dua jam berikutnya pada pukul 11 p.m, jumlah meteor akan mulai meningkat karena semakin banyak yang memasuki atmosfer bumi.

Jumat, 19 Juli 2013

Spesies Menyerupai Alien Ditemukan

CALIFORNIA – Tiga ilmuwan berhasil menemukan Waldo, sebuah kerang yang tidak biasa ditemukan di lepas pantai California dan British Columbia. Mereka sudah mencari informasi mengenai Waldo selama hampir 25 tahun.

Pencarian Waldo dimulai ketika Paul Valentich-Scott dari Santa Barbara Museum of Natural History dan Diarmaid O Foighil dari University of Michigan sedang mendiskusikan penemuan kerang yang tidak biasa pada 1989 lalu.

Di mana, Valentich-Scott menemukan spesimen aneh di lepas pantai Santa Barbara dan Morro Bay, California. Sementara, O Foighil juga menemukan spesimen serupa di Pulau Vancouver, Columbia. Anehnya, tempat penemuan keduanya berjarak lebih dari 1000 mil jauhnya. Sontak, hal ini membuat mereka penasaran.

Hingga kini belum ada ilmuwan yang mampu mengidentifikasi spesimen kerang tersebut secara pasti, yang pasti keduanya kagum dengan struktur tubuhnya yang tipis, cangkang tembus pandang, dan memiliki tentakel panjang ramping. Demikian disitat Machineslikeus, Kamis (18/7/2013).

“Kami sedang mengamati landak laut dan melihat ada sesuatu yang merangkak dari duri halus yang menutupi seluruh tubuhnya. Dan kami takjub melihat kerang kecil yang merayap di seluruh permukaan landak laut tersebut,” ungkap O Foighil.

Jadi, selama dua dekade mereka melakukan penelitian guna memahami dan mendeskripsikan spesies baru. Keduanya pun mendapat bantuan dari seorang mahasiswa S-3 bernama Li Jingchun dari University of Michigan, Amerika Serikat (AS).

“Hewan ini sangat aneh karena mereka nampaknya hanya tinggal di duri satu jenis landak laut dalam hubungan komensal (teman semakan). Meski demikian, ironis jika spesies baru itu masuk dalam genus Waldo,” ungkap Valentich-Scott setelah melihat hasil genetik kerang ini yang berbeda dari jenis lainnya.

“Karena keanehannya inilah kami menyebut kerang ini mirip alien. Hingga kini kami masih mencari informasi lebih lanjut mengenai keberadaan spesies dan asal usulnya,” tutup Li Jungchun.

Tingkatkan Kinerja Otak dengan Konsumsi 1 Gelas Air

LONDON – Tim peneliti dari University of East London di Inggris mengungkapkan bahwa orang yang tidak pernah lupa mengkonsumsi air putih di siang hari akan memiliki kemampuan berpikir yang lebih tajam dibandingkan dengan yang tidak melakukannya.

Dilansir Softpedia, Kams (18/7/2013), lebih jelasnya mereka mengatakan, dengan hanya satu gelas air saja dapat membuat kerja otak seseorang meningkat sebesar 14 persen. Terlebih, ketika orang itu sedang merasa haus.

Sebab, tidak sedikit orang yang kerap mengabaikan rasa haus. Akibatnya otak yang akan terus menerus fokus pada kebutuhannya akan air dan menimbulkan rasa haus berkepanjangan. Dengan demikian Science Daily melaporkan, sumberdaya yang berharga bagi mental seseorang akan terbuang melalui cara ini.

Oleh karena itu, pentingnya mengkonsumsi segelas air agar membebaskan otak dari fokusnya terhadap rasa haus. Sehingga, otak dapat beralih fokus pada tugas-tugas lain yang seharusnya dikerjakan.

“Hasil ini konsisten dengan konsumsi air dapat membebaskan sumber daya atensi yang seringkali menimbulkan sensasi haus. Untuk itu penting bagi Anda meminum air putih dengan cukup ketika Anda sedang bekerja keras,” tutur salah seorang anggota peneliti.

Ilmuwan: Mars Dahulu Memiliki Lautan Luas

CALIFORNIA - Ilmuwan telah menemukan bukti bahwa Mars tidak hanya memiliki air, tetapi samudera yang luas. Ilmuwan mendapatkan data yang dikumpulkan oleh robot jelajah atau rover Curiosity dan Discovery.

Tidak hanya melalui bantuan robot yang menjelajah planet merah, tim ilmuwan juga mendapatkan informasi yang berharga mengenai Mars melalui pesawat luar angkasa Reconnaissance Orbiter (RO) milik badan antariksa Amerika Serikat, NASA. Melalui bantuan RO, tim menemukan bahwa samudera ini pernah ada di Mars miliaran tahun lalu.

Ilmuwan percaya bahwa tampilan samudera tidak akan berbeda dengan samudera yang ada di Bumi. Menurut Space, gambar yang ditangkap RO mengungkap adanya bekas delta sungai. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa hingga sepertiga dari planet ini suatu ketika pernah tertutup oleh air.

"Para ilmuwan telah lama menduga bahwa dataran rendah utara Mars adalah dasar lautan kering," kata Mike Lamb, asisten profesor geologi di Caltech, Pasadena, seperti dikutip Technobuffalo, Kamis (18/7/2013). Peneliti masih mendalami foto yang ditangkap oleh RO dan informasi mengenai planet merah tersebut.

Ilmuwan juga mengandalkan robot NASA Curiosity untuk bisa menemukan lebih banyak bukti terkait air yang ada di Mars. Selain robot di daratan Mars, ilmuwan juga memanfaatkan kamera luar angkasa HiRISE untuk lebih mempelajari permukaan Mars.

Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, robot NASA Opportunity telah meneliti batuan tertua di Mars dan menemukan bukti kuat terkait penemuan air. Bukti ini diharapkan dapat mengungkap apakah di planet merah ini memiliki tanda-tanda kehidupan.

Tanda-tanda air ini pernah ditemukan oleh robot berpenggerak roda tersebut dalam misi di Mars selama 9,5 tahun. Sebelum meninggalkan tempat yang disebut Cape York dalam perjalanan Opportunity ke arah selatan, robot ini memeriksa batu bernama Esperance menggunakan spektrometer sinar-X dan pencitraan mikroskopis.

Kamis, 18 Juli 2013

Ilmuwan Ungkap Asal Muasal Kemunculan Emas di Bumi

CALIFORNIA - Ilmuwan asal Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CfA) mengungkap asal-usul munculnya emas di Bumi. Material yang kerap dijadikan perhiasan ini dipercaya lahir hasil tabrakan dua bintang yang telah mati.

Dilansir Nbcnews, Kamis (18/7/2013), riset baru menyarankan, semua emas di Bumi kemungkinan datang dari tabrakan kosmik antara bintang mati yang super padat. Asal-usul emas alam semesta dianggap misterius, karena material 'mewah' tersebut terbentuk dalam bintang-bintang seperti unsur-unsur ringan seperti karbon dan besi.

Namun, ilmuwan meyakini misteri tersebut telah terpecahkan, di mana studi baru mengungkap bahwa emas muncul dari tabrakan dua bintang neutron. Bintang tersebut berbentuk kecil, namun memiliki inti yang sangat padat dan bertransformasi membentuk logam berharga.

"Kami memperkirakan bahwa jumlah emas yang diproduksi dan dikeluarkan selama penggabungan dua bintang neutron mungkin sebesar 10 massa bulan. Semua perhiasan kita merupakan benda hasil tabrakan bintang," kata peneliti Edo Berger dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CFA).

Berger dan timnya mempelajari ledakan sinar gamma yang singkat. Ledakan tersebut merupakan ledakan yang paling bercahaya yang dikenal di alam semesta dan ditemukan oleh NASA melalui pesawat luar angkasa Swift yang mengorbit Bumi pada awal Juni 2013.

Diberi kode nama GRB 130603B, ledakan sinar gamma tersebut terletak 3,9 miliar tahun cahaya dari Bumi dan berlangsung cepat. Ilmuwan melalui pesawat luar angkasa miliknya melihat ledakan kuat tersebut yang kemudian berlangsung memudar.

Emas adalah langka di Bumi, karena material ini jarang muncul di alam semesta. Tim mengharapkan bahwa ledakan sinar gamma mengeluarkan sekira satu seperseratus dari suatu massa surya dengan beberapa dari material tersebut yang muncul sebagai emas.

Bukti Baru Tegaskan Dinosaurus Hewan Berdarah Panas

CALIFORNIA - Sebagian peneliti percaya bahwa dinosaurus merupakan hewan berdarah dingin. Penelitian terbaru mengungkap bahwa hewan purba bertubuh raksasa merupakan hewan berdarah panas.

Yang dimaksud hewan berdarah dingin ialah, kondisi temperatur tubuh yang bervariasi menyesuaikan dengan lingkungan. Berbeda dengan hewan berdarah dingin atau ektoterm, hewan berdarah panas merupakan hewan dengan suhu tubuh yang relatif konstan atau tetap.

Dilansir Vr-zone, Kamis (18/7/2013), profesor Roger Seymour dari University of Adelaide menatakan jika dinosaurus berukuran besar merupakan jenis hewan berdarah dingin, maka hewan tersebut tidak akan mampu mempertahankan kemampuan fisik yang membantu mereka menjadi 'penguasa' jutaan tahun lalu.

Buaya air asin modern merupakan hewan buas yang memiliki lapisan otot. Untuk mempertahankan suhu tubuh yang baik, buaya berbobot satu ton tersebut berendam di bawah sinar matahari sepanjang hari.

"Dinosaurus besar bisa melakukan hal yang sama dan menikmati suhu tubuh hangat tanpa perlu untuk menghasilkan panas dalam sel mereka sendiri melalui pembakaran energi makanan seperti hewan berdarah panas," jelas Seymour.

Seymour dan tim peneliti dari Monash University, University of California dan Wildlife Management International meneliti darah dan mengukur laktat (senyawa) otot dari buaya berbobot 200 kilogram. Mereka menganalisis sampel reptil besar tersebut.

Hasil analisis menunjukkan bahwa buaya hanya dapat menghasilkan 14 persen dari daya otot mamalia pada kegiatan puncak, dan menurun dengan meningkatnya ukuran tubuh. Menurut Seymour, kurangnya produksi kekuatan otot sebanding dari buaya berdarah dingin dengan mamalia yang berukuran sama.

Ini menunjukkan bahwa hewan berukuran besar, seperti dinosaurus yang menyerupai buaya merupakan hewan berdarah panas. "Hasil lebih lanjut menunjukkan bahwa buaya berdarah dingin memiliki kekurangan, yakni tidak hanya kekuatan, tetapi juga daya tahan," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, meski ada kesan bahwa buaya air asin adalah hewan yang sangat kuat, dinosaurus yang menyerupai buaya tidak bisa bersaing dengan baik terhadap dinosaurus yang menyerupai mamalia dengan ukuran yang sama. Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa dinosaurus, nenek moyang mamalia (berdarah panas) memiliki kemampuan biologis yang lebih kuat ketimbang hewan berdarah dingin saat ini.

Ilmuwan Ungkap Rahasia Sarang Lebah

CALIFORNIA - Sarang lebah menjadi objek yang dikagumi para peneliti asal Inggris dan China. Mereka menilai sarang lebah sebagai bangunan 'cerdas' yang dibuat oleh kawanan lebah.

Ilmuwan mengungkap bahwa setiap sel lilin dalam sarang lebah memiliki segi enam yang sempurna. Bangunan kokoh ini tidak hanya menyediakan kekuatan terkait struktur, tetapi juga cara yang paling cerdas untuk menyimpan madu.

"Berdasarkan dari pemikiran geometris tertentu, lebah tahu bahwa heksagon (segi enam) lebih besar dari persegi dan segi tiga akan menahan lebih banyak madu," tulis ahli ilmu ukur Yunani abad ke-4, Pappus of Alexandria, seperti dilansir Abc, Kamis (18/7/2013).

Tidak hanya ahli ukur Yunani abad ke-4 yang mengungkap kecerdasan lebah pada sarang yang dibuatnya, tetapi juga ilmuwan kontroversial, Charles Darwin, pernah mengungkap bahwa sarang lebah benar-benar sempurna dalam sisi pembuatan (lebah pekerja) dan lilin (wax).

Menurut studi terbaru, bagaimana sarang lebah dengan banyak lubang ini muncul tidak semata-mata muncul dengan bentuk segi enam, melainkan berbentuk lingkaran. Secara perlahan dan bertahap, lubang tersebut membentuk segi enam dengan aliran lilin halus, yang berubah menjadi material semi cair oleh panas dari lebah pekerja.

Ilmuwan di Inggris dan China, yang dipimpin oleh Bhushan Karihaloo dari Cardiff University meliha apa yang terjadi setelah serpihan lilin yang ditarik dari tubuh lebah pencari makanan oleh lebah spesialis. Lebah spesialis ini ditugaskan membangun sarang lebah.

Bekerja dengan keras, lebah ini beroperasi secara berdampingan dalam tabung melingkar yang berlawanan dan saling berdekatan. Pada suhu sekira 45 derajat Celcius, lilin mulai mengalir perlahan menjadi material elastis atau cairan kental.

Pada sebuah tahapan tertentu, dinding sel terus menggeliat. Pada akhirnya, dinding sel sebelah melebur dan menjadi lurus, membentuk segi enam yang sempurna. "Kita tidak bisa mengabaikan, kita tidak bisa tidak mengagumi peran yang dimainkan oleh lebah dalam proses ini dengan pemanasan, meremas dan penipisan lilin," jelas peneliti dalam studi yang diterbitkan di Journal of Royal Society Interface.

Survei: Boneka & iPad Bikin Anak 'Anteng'

LONDON – Bukan pemandangan aneh jika anak-anak sekarang begitu melekat dengan iPad. Dimana pun, dan kapanpun, termasuk saat perjalanan jauh. Namun begitu, survei membuktikan bahwa masih banyak di antara mereka yang lebih senang menenteng boneka ‘Teddy Bear’ kesayangannya ketimbang tablet keluaran Apple tersebut. 

Survei dilakukan terhadap 500 Ibu yang merupakan pengunjung situs belanja NetVoucherCodes.co.uk. Berdasarkan hasil jajak pendapat, diketahui bahwa sebesar 82 persen dari mereka membawa iPad atau perangkat lainnya. Sementara, sebanyak 96 persen memilih untuk membawa Boneka ‘Teddy Bear’ atau selimut kesayangan anak saat menempuh perjalanan jauh.

“Ketika kecil, saya selalu membawa papan permainan. Kami akan memainkannya sepanjang waktu, terutama dalam perjalanan jauh menggunakan mobil. Kini, banyak yang beralih ke iPad karena mereka pikir dapat membuat anak-anak anteng,” komentar salah seorang responden, seperti disadur dari Digital Spy, Kamis (18/7/2013).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hal yang paling mudah untuk dilakukan seorang Ibu dengan meminjamkan iPad-nya kepada anak-anak mereka. Sehingga, mereka bisa merasa terhibur selama berjam-jam sepanjang perjalanan.

“Pada dasarnya anak itu mudah merasa bosan bila berada dalam perjalanan jauh. Okeh karena itu, saya tidak terkejut jika gadget, seperti iPad bisa menjadi hiburan utama untuk mereka. Ini jelas menunjukkan bahwa teknologi menjadi bagian penting dari kehidupan kita sekarang. Meski dari segi persentase masih kalah dibanding Teddy Bear,” jelas salah seorang peneliti.

Berikut sepuluh benda yang dapat menghibur anak-anak di dalam mobil ketika sedang melakukan perjalanan jauh menurut hasil survei NetVoucherCodes.co.uk:

-    Teddy Bear kesayangan anak (96 persen)
-    Gadget, seperti iPad (82 persen)
-    CD atau iPod (74 persen)
-    Makanan dan minuman (71 persen)
-    Wipes (66 persen)
-    Mainan (52 persen)
-    Buku (43 persen)
-    Bantal dan selimut (26 persen)
-    Buku mewarnai dan krayon (15 persen)
-    Permainan papan seperti monopoli, dll (1 persen)

Penampakan Awan Gas Dekat Lubang Hitam Luar Angkasa

WASHINGTON - Penampakkan objek awan gas yang berada di luar angkasa muncul di sekitar lubang hitam supermasif di pusat galaksi Bima Sakti. Astronom mengungkapkan, awan gas ini muncul menjelang 'kematian'nya di sekitar lubang hitam.

Dilansir Nature, Kamis (18/7/2013), astronom menjelaskan observasi mereka yang menunjukkan bahwa awan gas ini memanjang dan tampak seperti 'sepotong gula-gula'. Objek tersebut ditarik oleh gaya gravitasi lubang hitam, yang diharapkan akan menghancurkannya berkeping-keping dalam beberapa bulan mendatang.

Astronom Stefan Gillessen akan mengikuti setiap detail dari kematian awan gas tersebut. Fenomena tersebut menawarkan kesempatan langka, di mana peneliti bisa mempelajari lebih lanjut tentang aktivitas lubang hitam.

Gillessen dan timnya di Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics di Jerman menemukan gas awan ini yang dinamakan G2 pada 2011. Peneliti telah melacak gerakan G2 sejak beberapa tahun lalu menggunakan Very Large Telescope milik European Southern Observatory di Chili.

Penelitian yang dilakukan April lalu mengungkap kecepatan gerak awan gas tersebut. Sebagian besar gas bergerak dari Bumi menuju lubang hitam. "Awan gas ini berperilaku seperti komet yang berayun oleh Matahari," kata Gillessen. Peneliti melaporkan temuannya dalam Journal Astrophysical.

Awan luar angkasa yang memiliki massa tiga kali lipat dari Bumi ini tidak menunjukkan adanya sinar saat mendekati lubang hitam.  "Apa yang telah kita amati sejauh ini benar-benar konsisten dengan awan gas sederhana," pungkas Gillessen.

Alat Tes Darah Karya Remaja yang 96% Akurat

LISBON - Seorang mahasiswa asal Portugal merancang sebuah perangkat yang dapat menentukan golongan darah empat kali lebih cepat dibanding metode yang kerap digunakan saat ini. Sehingga akan lebih efisien bila digunakan dalam situasi darurat, misal harus transfusi darah.

Perangkat purwarupa portable yang dikembangkan oleh Ana Ferraz ini memiliki centrifuge kecil dengan wadah kecil untuk tempat pengujian sampel darah. Selanjutnya, darah akan dicampur dengan reagen (zat yang kerap digunakan untuk analisis bahan kimia) dan dimasukkan ke dalam perangkat untuk kemudian disambungkan dengan aplikasi pada smartphone, tablet, atau PC.

Menariknya, dilansir Mashable, Rabu (17/7/2013), purwarupa karya Ferraz ini dapat mengetahui golongan darah dalam waktu lima menit saja. Meski demikian, tingkat keakuratannya terjamin karena 96 persen akurat.

“Dengan penemuan ini kami mampu mengatasi masalah kesehatan, menyelamatkan nyawa, dan memudahkan proses transfusi darah dengan cepat serta efisien karena perangkat ini bersifat portable,” jelas Ferraz.

Microsoft mengatakan, ide Ferraz terinspirasi dari masih terdapatnya kesalahan manusia dalam mendeteksi golongan darah. Itu sebabnya, ia ingin membuat perangkat tes otomatis yang cepat untuk membantu menyelamatkan nyawa manusia dalam situasi darurat dan genting.

Inovasi Ferraz ini memenangkan Microsoft Imagine Cup Worldwide yang merupakan ajang penghargaan inovasi teknologi piranti lunak di kalangan pelajar. Ferraz sendiri berhasil menyabet gelar juara pertama dan membawa hadiah sebesar USD50 ribu atau sekira Rp501 juta-an.

Senin, 15 Juli 2013

Konsumsi Rokok & Alkohol Sebabkan Penurunan Kemampuan Otak

LONDON - Para peneliti dari University College London, Inggris, menemukan bahwa kombinasi antara merokok dan meminum minuman beralkohol dapat mempercepat penurunan kognitif. Hasil penemuan ini juga diterbitkan dalam British Journal of Psychiatry.

Dilansir Eureka Alert, Senin (15/7/2013), para peneliti mengungkapkan, mereka yang merokok sekaligus peminum berat dapat mengalami penurunan kemampuan kognitif lebih cepat sebesar 36 persen dibandingkan dengan mereka yang moderat (tidak dalam jumlah banyak).

Hal ini disebabkan, dampak gabungan antara merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol terhadap otak lebih besar ketimbang jumlah efek masing-masingnya. Guna melihat hal itu, tim peneliti mengamati 6.473 responden dewasa (4.635 laki-laki dan 1.883 perempuan) yang berusia antara 45-69 tahun yang telah mengonsumsi keduanya selama 10 tahun.

Di mana masing-masing responden ditanyakan tentang konsumsi rokok dan minuman beralkohol untuk dilakukan pengujian fungsi kognitif mereka, termasuk penalaran verbal, matematika, memori verbal jangka pendek, dan kefasihan lisan yang dinilai sebanyak tiga kali selama 10 tahun.

Hasilnya, tim peneliti menemukan bahwa perokok sekaligus peminum alkohol berat mengalami penurunan kemampuan otak sebesar 36 persen lebih cepat ketimbang mereka yang meminum tetapi tidak merokok. Hal ini dikarenakan, jumlah unit alkohol yang dikonsumsi meningkat drastis.

Misteri Samudera Pasifik 14.000 Tahun Terungkap

WASHINGTON - Ilmuwan berusaha mengungkap misteri samudera pasifik utara berusia 14 ribu tahun. Konon, samudera tersebut menyimpan teka-teki setelah beberapa ratus tahun ketika berbagai biota laut mulai berkembang pasca berakhirnya Zaman Es.
Dilansir Sciencedaily, Senin (15/7/2013), pada akhir Zaman Es, ketika dunia mulai memanas, di bagian samudera pasifik utara mulai diisi oleh organisme. Organisme tersebut seperti fitoplankton, amuba seperti foraminifera dan makhluk kecil lainnya, yang berkembang dalam jumlah besar.

Berdasarkan catatan peneliti, perkembangan organisme yang pesat tersebut berakhir secara misterius hanya beberapa ratus tahun kemudian. Para peneliti memiliki hipotesis bahwa besi memicu lonjakan kehidupan laut.

Akan tetapi, sebuah studi baru yang dipimpin oleh ilmuwan Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) dan rekan-rekannya di University of Bristol (Inggris), University of Bergen (Norwegia), Williams College serta Lamont Doherty Earth Observatory of Columbia University, menunjukkan besi tidak memainkan peran penting dalam pesatnya pertumbuhan organisme laut.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience, mengungkap bahwa mekanisme yang berbeda (badai sempurna sementara dari nutrisi dan cahaya), memacu kehidupan di pasca Zaman Es Pasifik.

Temuannya menyelesaikan konflik ide tentang hubungan antara besi dan produktivitas biologis selama periode di Pasifik Utara ini. "Banyak orang telah menempatkan banyak kepercayaan terkait besi dan pada kenyataannya, sebagai ahli kimia laut modern, saya telah membangun karir saya tentang pentingnya zat besi," jelas Phoebe Lam dari WHOI Associate Scientist.

Karena zat besi diketahui menyebabkan 'mekarnya' aktivitas biologis di Samudera Pasifik Utara saat ini, peneliti telah berasumsi bahwa zat besi memainkan peran penting pada di masa lalu. Ilmuwan meyakini bahwa gletser Zaman Es mulai mencair dan permukaan laut naik, sehingga merendam lempeng benua dan memunculkan kehidupan melalui kandungan zat besi.

"Studi ini menunjukkan beberapa kontrol pada mekarnya fitoplankton laut, bukan hanya besi," kata Ben Buesseler, ahli kimia kelautan WHOI. Ken merupakan peneliti yang memimpin sebuah lokakarya pada 2007 tentang fertilisasi zat besi modern.

Bagaimana Proses Kawin Dinosaurus?

WASHINGTON - Dinosaurus merupakan hewan terbesar yang pernah hidup di Bumi jutaan tahun lalu. Ilmuwan mencoba meneliti bagaimana proses kawin hewan masa lampau ini, sehingga bisa memiliki keturunan atau generasi.

Dilansir Machineslikeus, Senin (15/7/2013), ilmuwan percaya dinosaurus pernah 'berjaya' sekira 160 juta tahun lalu. Argentinosaurus, dinosaurus berleher panjang ini hampir memiliki tinggi tubuh dua meter dan bisa tumbuh dengan panjang 30 meter.

Hewan vertebrata atau bertulang belakang ini bisa memiliki berat tubuh 80 ton. Dengan bobot yang berat tersebut, peneliti 'penasaran' seperti apa proses kawin hewan purba tersebut.

Beberapa spekulasi mengungkap bahwa dinosaurus tidak memiliki penis. Namun, sebagian kalangan yakin bahwa proses kawin atau kopulasi diperlukan, sehingga dinosaurus jantan harus memiliki penis yang fleksibel.

Peneliti mengungkapkan, semua buaya jantan memiliki penis dan burung hidup yang paling primitif juga memiliki organ tersebut. Sehingga, dapat dikatakan bahwa dinosaurus juga memiliki penis.

Ahli biomekanik seperti profesor McNeill Alexander dari University of Leeds mengklaim bahwa ketika kawin, berat dinosaurus jantan bertumpu pada betina, seperti pada gajah. Menurutnya, ini akan memberi tekanan lebih besar pada saat kopulasi.

Profesor Roger Seymour dari Universitas Adelaide mempelajari jerapah yang kawin dan mengungkap bahwa tekanan darah jantan kira-kira dua kali lipat dari mamalia lainnya. Ini disebabkan karena jantung hewan berleher panjang memerlukan proporsi 75 persen lebih besar, oleh karena fisiologis leher dan kepala.

Hal serupa tampaknya juga berlaku untuk dinosaurus berleher panjang, yang bisa kawin dengan cara tertentu. Dengan demikian, dinosaurus berleher panjang yang memiliki tekanan darah tujuh kali lipat dari mamalia normal, tidak akan mengalami masalah ketika kawin dengan gaya yang menyerupai gajah.

Peneliti mengungkapkan, untuk hewan seukuran Tyrannosaurus (panjang 14 meter), organ efektif jantan diperlukan setidaknya sepanjang dua meter atau lebih. Kemungkinan paleontolog akan dapat menemukan fosil penis dinosaurus di masa yang akan datang.

Ilmuwan AS Sukses Ciptakan Sel Buatan

WASHINGTON - Ilmuwan dari Carnegie Mellon University (CMU) berhasil menciptakan sel buatan. Sel buatan ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap bidang kesehatan atau bahan bakar seperti pengiriman obat, produksi biofuel dan biosensor.

Dilansir Machineslikeus, Senin (15/7/2013), bagian interior sel hidup merupakan tempat yang 'ramai', dipenuhi dengan protein dan molekul makro lainnya yang saling berdesakan. Tim ilmuwan di Carnegie Mellon University berhasil mendekatkan molekul ramai tersebut ke dalam sistem sel buatan.

Temuan ini dapat membantu menjelaskan bagaimana sel-sel telah beradaptasi dengan fenomena molekuler yang berdesakan, yang diawetkan melalui evolusi. Temuan ini juga bisa memberikan panduan bagi ahli biologi sintetis untuk mengembangkan sel buatan yang kelak bisa digunakan untuk bidang kesehatan serta bahan bakar ramah lingkungan.

"Ini adalah langkah kecil yang kami ambil dalam belajar bagaimana membuat sel buatan," kata Cheemeng Tan, peneliti Lane Center for Computational Biology. Ilmuwan menjelaskan, sebagian besar dari studi sistem biologi sintetik saat ini melibatkan penelitian kimia berbasis larutan, yang tidak melibatkan molekul yang padat.

Temuan dari studi CMU dan pelajaran terkait evolusi menyarankan bahwa peneliti bioengineers perlu membangun 'crowding' atau kerumunan ke dalam sel buatan. Ini dilakukan apabila sirkuit genetik sintetis berfungsi sebagaimana dalam sel nyata.

Tim peneliti mengembangkan sistem seluler buatan menggunakan komponen molekul dari bacteriophage T7. Bacteriophage T7 merupakan sebuah virus yang menginfeksi bakteri yang sering digunakan sebagai model dalam biologi sintetis.

Untuk meniru lingkungan intraseluler yang ramai, peneliti menggunakan berbagai jumlah polimer 'inert' untuk mengukur efek dari tingkat kepadatan yang berbeda.

"Sistem selular buatan memiliki potensi besar untuk aplikasi dalam pemberian obat, bioremediasi dan komputasi seluler. Temuan kami menggarisbawahi bagaimana para ilmuwan memanfaatkan mekanisme fungsi sel-sel alami untuk mengendalikan sistem seluler sintetis, serta sistem hibrida yang menggabungkan bahan sintetis dan sel-sel alami," jelas Tan.

Ilmuwan Pelajari DNA Ungkap Mikroba Misterius

CALIFORNIA - Ilmuwan telah menemukan gen dari 'mikroba materi gelap'. Mikroba ini sebelumnya belum pernah terungkap oleh sains hingga ilmuwan menggunakan terobosan teknologi DNA.

Dilansir ABC, Senin (15/7/2013), riset baru ini menyediakan informasi baru terkait genetik bakteri dan membantu peneliti untuk memperoleh gambar lebih detail tentang evolusi 'pohon kehidupan' (tree of life). Mikroba misterius ini menunjukkan pada sejumlah besar mikroba yang tidak mampu tumbuh di laboratorium.

Dengan demikian, kajian biologi dan genetika mikroba ini menjadi misteri bagi ilmu pengetahuan. Terkini, teknologi baru yang disebut pengurutan gen sel tunggal memungkinkan ilmuwan melakukan studi pada gen dari 29 kelompok mikroba ini.

"Menggunakan metode baru kita bisa membuat miliaran salinan genom dari sel tunggal. Ini tidak terpikirkan 10 tahun yang lalu," kata Tanja Woyke, ahli biologi molekuler dari DOE Joint Genome Institute, California.

Sebelum penelitian ini, para ilmuwan telah membangun sebuah 'tree of life' yang menggambarkan sejarah evolusi Bumi. Namun, informasi tentang garis keturunan mikroba masih kurang dan condong kepada studi bakteri yang dapat dipelajari di laboratorium.

Oleh karena itu, banyak cabang memiliki kesenjangan yang besar dan benar-benar tidak dikenal ilmu pengetahuan. "Dengan teknik DNA baru ini, kami dapat mengisi beberapa cabang 'tree of life' (pohon kehidupan)," kata Woyke. Woyke mengatakan bahwa ini membantu meningkatkan pemahaman tentang sejarah evolusi mikro-organisme.

Nih, Kalender Penanggalan Tertua di Dunia

EDINBURGH - Arkeolog mengklaim bahwa mereka telah menemukan kalender tertua di dunia. Ditemukan di sebuah lapangan Aberdeenshire di Skotlandia, kalender bulan ini diyakini berusia sekira 10 ribu tahun lalu.

Dilansir BBC, Senin (15/7/2013), penggalian yang dilakukan arkeolog di Crathes Castle menemukan serangkaian 12 lubang yang muncul meniru fase bulan serta melacak lunar (bulan). Penelitian ini dilakukan oleh tim arkeolog dari University of Birmingham.

Mereka meyakini monumen kuno ini diciptakan oleh para manusia zaman dahulu yang masih berburu dan mengumpulkan makanan. Kalender paling tua ini diyakini telah ada 100 abad lalu.

Serangkaian lubang yang meniru fase bulan ini kabarnya pernah digali pada 2004. Para ahli yang menganalisis situs mengungkap bahwa lubang tersebut kemungkinan berisi tiang kayu.

Kalender masa lampau ini dipercaya memiliki usia ribuan tahun lalu lebih 'jadul' ketimbang temuan monumen penanda waktu yang diciptakan di Mesopotamia. Laporan arkeolog diterbitkan dalam jurnal Internet Archaeology.

Kabarnya, lubang ini juga menunjukkan waktu bagi para pemburu masa lampau untuk mengetahui perjalanan waktu dan perubahan musim. Vince Gaffney, profesor Landscape Archaeology di Birmingham menjelaskan kalender tertua tersebut.

"Bukti menunjukkan bahwa masyarakat pemburu-pengumpul di Skotlandia keduanya memerlukan (kalender tersebut) dan kecanggihan untuk melacak waktu sepanjang tahun," kata Gaffney. Menurutnya, kalender tersebut juga digunakan untuk mengoreksi adanya pergeseran musim yang bisa terjadi hampir setiap 5.000 tahun sebelum munculnya kalender formal pertama.

Richard Bates dari University of St Andrews mengatakan penemuan itu memberi bukti baru yang menarik mengenai awal Mesolitikum di Skotlandia. "Ini adalah contoh awal dari struktur dan tidak ada situs sebanding terkenal di Inggris atau Eropa selama beberapa ribu tahun setelah monumen di Warren Field itu dibangun," jelas Richard.

Sabtu, 13 Juli 2013

Teleskop NASA Tangkap Keindahan Gambar Nebula Eskimo

CALIFORNIA – Sebuah teleskop luar angkasa milik badan antariksa Amerika Serikat (AS), NASA Chandra X-Ray belum lama ini berhasil mengambil gambar yang terpancar indah dari nebula NGC 239.

Sekelompok bintang yang tampak seperti gas pijar bercahaya yang dikenal juga dengan nama Nebula Eskimo ini berjarak sekira 4.200 tahun cahaya dari Bumi. Akan tetapi, para ilmuwan mengatakan nebula tersebut mulai mengalami kehabisan bahan bakarnya dan besar kemungkinan bisa mati.

“Ketika hal itu terjadi, maka bintang mulai terasa dingin dan semakin memperluas radiusnya hingga ratusan kali dari ukuran aslinya. Pada akhirnya lapisan terluar bintang akan tersapu oleh angin berkecepatan 50 ribu kilometer per hour wind meninggalkan panas inti,” terang NASA.

NASA juga menjelaskan bahwa suhu permukaan inti Nebula Eskimo mencapai sekira 50 ribu derajat celcius. Pada lapisan luarnya berhembus angin yang memiliki kecepatan hingga mencapai 6 juta kilometer per jam.

“Radiasi dari panasnya bintang ditambah dengan interaksi antara angin yang bertiup kencang dan lambat ini akan menciptakan selubung kompleks dan flamen dari nebula planet,” imbuhnya, seperti disitat Softpedia, Sabtu (13/7/2013).

Wikipedia menjelaskan, Nebula Eskimo pertama kali ditemukan oleh William Herschel pada 1787 lalu. Formasinya menyerupai kepala seseorang terbungkus tudung jaket karena dikekelilingi oleh gas yang terdiri dari lapisan luar bintang menyerupai Matahari.

Perdebatan Misteri Iklim Bumi dan Matahari Terjawab?

WASHINGTON – Para ilmuwan selama beberapa dekade ini berkutat mencari jawaban atas misteri ‘faint young Sun paradox’. Paradoks ini pertama kali dikemukakan oleh Carl Segan dan George Muller didasari dua fakta yang sulit untuk dipertemukan pada 1972.

 Adapun kedua fakta yang berlawanan tersebut menjelaskan bahwa bagaimana Bumi cukup hangat dan layak huni bagi kehidupan sejak tiga miliar tahun lalu, meskipun di saat yang sama Matahari sudah mulai meredup hingga 20 persen.

Selama bertahun-tahun lamanya berbagai solusi telah diusulkan untuk pemecahan masalah yang membingungkan ini. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa meski Matahari mulai meredup, tetapi angin bola panas itu lebih kuat. Sehingga, tetap dapat memancarkan panas ke Bumi.

Sementara ilmuwan lain berpendapat, tingkat karbon dioksida dan gas metana yang tinggi di atmosfer telah menciptakan efek rumah kaca yang menahan panas di planet ini. Tetapi, belum ada seorang pun yang mampu menemukan jalan tengah dari perdebatan ini.

Silang pendapat tersebut tidak mengurungkan niat seorang mahasiswa doktoral, Eric Wolf dari University of Colorado di Amerika Serikat (AS) untuk membuat sebuah model tiga dimensi (3D) terkait kompleksitas antara iklim Bumi dan Matahari yang disebut-sebut telah meredup 20 persen kala itu.

Dilansir LATimes, Sabtu (13/7/2013), Wolf mengungkapkan, hal ini dimaksudkan untuk ‘menambal’ model iklim sebelumnya yang menggunakan satu dimensi. Sehingga tidak memasukkan faktor iklim penting, seperti awan, angin, dan lautan es.

Sedangkan dalam model 3D yang dikembangkan Wolf menjelaskan, meski banyak lapisan es pada peiode Arkean yang membeku tetapi di saat yang sama cukup hangat untuk mendukung cairan (air) di khatulistiwa.

“Bahkan jika setengah dari permukaan Bumi berada di bawah titik beku, sementara setengah wilayah lainnya berada di atas titik beku seperti pada saat Arkean, planet kita tetap layak huni. Setidaknya, 50 persen lautan masih tetap terbuka,” kata Wolf.

Untuk membuat model 3D itu, Wolf menggunakan program komputer yang untuk meramalkan perubahan iklim masa kini. Diketahui Bumi pada 2,8 miliar tahun yang lalu tidak terdapat oksigen dan ozon, melainkan mengandung karbon dioksida dan gas metana lebih banyak. Disertai sedikit tanah dan awan pada saat itu.

Meski demikian, Wolf tidak dapat memastikan seperti apa iklim yang ada pada masa awal terbentuknya Bumi karena masih terlalu namual variable yang tidak dapat dipastikan, seperti berapa persisnya kandungan karbon dioksida dan metana di atmosfer.

Ia mengatakan bahwa dengan menggunakan model 3D kompleks yang dikembangkannya ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjawab misteri ‘faint young Sun paradox’ yang selama ini masih menjadi pedebatan.

Ilmuwan: Musik Bantu Keberhasilan Teknik IVF

MADRID – Sebuah percobaan yang dilakukan oleh tim peneliti asal Spanyol menunjukkan bahwa musik dapat membantu tingkat keberhasilan teknik In Vitro Fertilization (IVF).

Mereka mengatakan bahwa apabila sel telur yang sudah dibuahi dalam wadah berupa tabung diberi kesempatan untuk “mendengarkan” musik, maka memiliki kesempatan sebesar lima persen berhasil berkembang menjadi embrio atau janin.

Dilansir, Softpedia, Sabtu (13/7/2013), hal ini disebabkan oleh fakta bahwa musik mampu menghasilkan getaran kecil yang memberi manfaat bagi sel telur, seperti yang dilaporkan dalam situs Daily Mail.

“Getaran yang dihasilkan dari musik dapat memungkinkan embrio mendapatkan suasana lingkungan yang dinamis, sehingga memungkinkan munculnya beberapa keunggulan, terutama dalam hal menyingkirkan produk sisa yang bisa menghalanginya menuju rahim,” ungkap salah seorang peneliti, Dagan Wells.

Sebab secara teori, teknik IVF dilakukan dengan cara mengumpulkan isi dari tuba falopi atau rahim setelah terjadi ovulasi alami untuk dicampur dengan sperma. Selanjutnya, sel telur (ovum) yang sudah dibuahi (zigot) kemudian ditransfer ke dalam rahim pendonor.

Sehingga, tidak peduli jenis musik apa yang dipedengarkan, tim peneliti meyakini bahwa getaran pada irama lagu dapat membuka jalan mereka menuju rahim pendonor.

Dengan demikian, tembang lawas milik Madonna, Michael Jackson, atau bahkan band rock seperti Metallica dan Nirvana bisa dipergunakan untuk menyukseskan teknik IVF.

Teleskop Hubble Tangkap Planet Berwarna Biru Tua

CALIFORNIA – Para astronom menggunakan teleskop luar angkasa Hubble berhasil mengungkap warna sebuah  planet yang jauh mengitari bintang sekira 63 tahun cahaya dari Bumi. Planet tersebut terletak di konstelasi Vulpecula.

Dilansir Softpedia, Sabtu (13/7/2013), berdasarkan pengamatan mereka, planet ini memiliki warna biru tua. Tetapi, bukan berarti komposisi planet terdiri dari air.

Sebaliknya, mereka menduga komposisi planet yang dinamakan HD 189733 ini terdiri dari gas. Sehingga, sekilas planet ini terlihat jauh menyerupai Jupiter ketimbang Bumi. Di mana, karena adanya kandungan partikel reflektif pada awan yang memancarkan warna biru pada planet tersebut.

“Warna biru tua itu tampaknya konsisten dengan hamburan cahaya oleh molekul hydrogen di atmosfer,” ungkap salah satu astrofisikawan, Jonathan Fortney.

Jumat, 12 Juli 2013

Wah, AS Akan Bangun Taman Nasional di Bulan

WASHINGTON – Siapa yang tak mengetahui kisah keberhasilan tiga astronot NASA melakukan pendaratan di Bulan melalui misi Apollo 11, pada 1969. Akan tetapi, rupanya perjalanan mereka ke Bulan banyak meninggalkan barang-barang di permukaannya.

Anggota legislatif di Amerika Serikat (AS), Donna Edwards dan Eddie Bernice Johnson mengajukan usulan untuk dibangunnya sebuah taman nasional di Bulan. Hal ini dilakukan guna mencegah adanya alien atau astronot dari negara lain yang datang mendekati barang-barang bersejarah peninggalan Neil Armstrong, Buzz Aldrin dan Michael Collins.

“Saat ini banyak perusahaan komersial dari berbagai negara yang memiliki kemampuan untuk dapat mendarat di Bulan. Oleh karena itu, kami rasa perlu melindungi situs pendaratan Apollo Lunar untuk melestarikan sejarah,” ungkap Edwards, sebagaimana dikutip dari Softpedia, Kamis (11/7/2013).

“Pembangunan Historical Park ini menurut Undang-Undang akan semakin memperluas serta meningkatkan perlindungan situs Apollo Lunar. Selain itu, ini juga akan memberikan apresiasi lebih terhadap keberhasilan misi pendaratan di Bulan yang terukir sejarah Amerika,” lanjutnya.

Rencananya, Donna Edwards dan Eddie Bernice Johnson akan segera menyampaikan rancangan Undang-Undang ini kepada DPR. Jika disetujui, maka kurang lebih akan memakan waktu satu tahun untuk merealisasikan rencana pembangunan Apollo Lunar Landing Sites National Historical Park.