Sabtu, 29 Maret 2014

Jangan Kau Kobarkan Perang di Negeri yang Damai

Perang dan Peradaban Manusia

Perang dan sejarah peradaban manusia memang tak akan pernah dipisahkan. Sejarah konflik manusia sudah ada sejak keturunan pertama Adam A.S. Ya, pembunuhan Habil oleh Qabil yang dilatarbelakangi iri hati. Manusia suka berperang dan menumpahkan darah sudah bisa diprediksi oleh malaikat sebelum penciptaan manusia itu sendiri. Saya mengutip Firman Allah SWT dalam surat Al-baqoroh ayat 30:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". 

Sejarah manusia terus berkembang sampai sekarang, perang pun terus saja terjadi. Dengan berbagai latar belakang dan kepentingan perang tersebut. Mulai dari peperangan Yunani kuno yang melegenda di Eropa, perang yang dilakukan bangsa Mongol untuk menaklukan kerajaan di Asia sampai perang Dunia I dan perang Dunia II.

Peradaban bangsa kita juga tidak luput dari peperangan. mulai dari peperangan kerajaan-kerajaan di Nusantara, Perang melawan Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang di zaman penjajahan sampai perang mempertahankan kemerdekaan melawan Tentara sekutu yang diboncengi NICA. Sekarang, kita seharusnya bersyukur bisa merasakan ke damaian dan hanya merasakan riak-riak konflik berskala lokal ditengah peperangan bangsa timur tengah yang masih saja terjadi.

Perang dan Agama Islam

Islam merupakan salah satu agama dengan sejarah peperangan yang hebat. Apakah perang atas dasar agama bisa dibenarkan? Jawabanya iya (menurut saya pribadi) yang salah adalah mengobarkan perang mengatasnamakan agama, Perang yang dilakukan Rosulallah adalah perang yang beradab, perang di atas kebenaran dengan tujuan menciptakan kedamaian ke depannya. 

Sepeninggal Rosulallah konflik sesama muslim terjadi. Ya mungkin kepentingan politik kekuasaan. Terjadilah peperangan sesama muslim terjadi. Tentu kita tau sejarah Syi'ah dan Khowarij, sangat di sayangkan memang. 

Sampai sekarang konflik sesama muslim terus terjadi di timur tengah, bukannya membantu Palestina supaya bisa merdeka dari penjajahan Bangsa Israel mereka sibuk dengan peperangan berebut kekuasaan dan pemerintahan mengatasnamakan agama. Saling mengkafirkan minimal menyesatkan, membantai satu sama lain, saling tembak saling penggal kepala antara muslim satu dengan muslim lainnya yang tidak sejalan. Lucu bukan? 


Jangan Kau kobarkan Perang di Negeri Yang Damai

Anehnya isu-isu peperangan di Timur Tengah di bawa ke negeri kita oleh kelompok yang berpaham radikal, Masih ingat peristiwa Bom Bali I dan II, Bom diberbagai hotel di Jakarta dan di daerah lain, persitiwa Bom yang meledak saat sholat jumat di masjid milik polres, penembakan anggota polisi. Apakah yang seperti itu dapat dibenarkan? apakah seperti adab perang yang diajarkan Islam? saya rasa tidak. 

Belum lagi semakin maraknya situs-situs Islam yang mengangkat topik Jihad, menebar kebencian terhadap kelompok lainnya dengan mengangkat isu perang di timur tengah. Membenarkan kelompok-kelompok mujahidin seperti Al-Qaeda mereka dinilai pahlawan yang menegakan panji-panji Agama Allah. menghasud pemuda pemudi islam Indonesia dengan berbagai macam isu penindasan. menghasud supaya membenci pemerintah yang menjalankan demokrasi yang dinilai sistem kafir dan mendukung kapitalisme.

Mungkin mereka ingin mengobarkan perang dengan pemuda Islam Indonesia sebagai bonekanya. Mereka hanya menonton sambil tepuk tangan. 

SAVE PEMUDA PEMUDI ISLAM DARI PAHAM RADIKAL !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar