Senin, 06 Januari 2014

Tips Menulis 2 Trik Membuat Karakter Konsisten


Dalam sebuah wawancara, Putri Salsa, penulis cilik yang sudah menulis 11 buku ketika masih sekolah di kelas 9 (3 SMP), ditanya oleh pewawancara.
"Salsa, gimana sih caranya kamu bisa membuat karakter dalam buku Cool Skool dan Best Friend Forever, konsisten. Tidak tertukar-tukar?"

Sedikit informasi, buku dan Best Friend Forever, adalah kisah series tentang persahabatan 3 anak SD, Niki, Kate dan Gen, yang mengalami banyak pengalaman yang menghebohkan. Karakter mereka jauh berbeda, satu kekanak-kanakan, satu tomboi dan satu lagi girly. Perbedaan sifat ini justru membuat persahabatan mereka karya warna.

Di kalangan anak-anak, buku ini merupakan salah satu favorit, bahkan Cool Skool adalah seri karya anak paling laris di jajaran (Kecil-Kecil Punya Karya, Kecil Kecil Jadi Penulis atau Penulis Cilik Punya Karya). Lebih dari itu, ada masa di mana, di antara semua buku Mizan group, buku tersebut menempati no. 2 terlaris setelah Laskar Pelangi.

Ok, kembali ke wawancara Salsa.
Saat itu, saya, yang sebenarnya hanya seorang ayah yang berada di sana sekedar mendampingi atau mengantarkan Salsa, belajar sesuatu dari jawaban Salsa.
Apa jawaban Salsa?
Apa rahasia Salsa, sehingga ia karakter yang ia ciptakan konsisten dan tidak tertukar?

Ini jawaban Salsa:
"Aku menghubungkan 3 karakater ku dengan karakter nyata. Misalnya setiap kali aku menggambarkan Kate aku membayangkan Demi Lovato, kalau aku menggambarkan Nikki aku bayangkan Selena Gomez dan kalau menulis tentang Gen aku bayangkan Taylor Swift."
Semua dari selebirti remaja yang sedang naik daun saat itu.

Ternyata itu rahasia Salsa.
Ia selalu menempelkan karakter di bukunya ke tokoh nyata dalam kehidupan.

Ketika pulang saya ceritakan jawaban cerdas Salsa tentang karakter ke bundanya Asma Nadia, dan ternyata Asma Nadia juga melakukan hal sama untuk karya-karyanya.
Ketika merancang seri Aisyah Putri, ketika menulis Vincent kakaknya Aisyah Putri, Asma Nadia mengingat karakter abang iparnya Doni yang punya keinginan hidup dengan infus jadi gak perlu habis waktu buat makan.
Ketika menulis karakter Windu, Asma juga mengingat karakter teman SMA-nya.
Ketika menggambarkan Eki, Asma juga mengingat teman SMA yang kebetulan namanya sama.

Walaupun buat Putri Salsa itu adalah trik yang muncul sendiri, ternyata metode yang ama dipakai bundanya dan bahkan juga diterapkan nyaris semua penulis pada saat tertentu (tidak selamanya).

JK Rowling menulis Ron diilhami dari temannya waktu kecil.
Penulis ini juga menemukan karakter Dermentor yang menghisap kebahagian terilhami perasan sendiri 'kebahagiaannya terhisap' ketika ibunya meninggal.

Jadi, salah satu cara, agar kita punya karakter yang konsisten, atau deskrisi yang konsisten akan lebih mudah jika kita menempelkan tokoh kita pada karakter asli (karakter manusia) dalam bayangan kita.
Bisa saja kita gabungkan dua karakter atau tiga karakter asli untuk satu tokoh di tulisan kita.

Selamat mencoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar