Minggu, 18 Januari 2015

Para Perampok Profesional



Sewaktu perampokan di Guangzhou, China, perampok Bank berteriak ke semua orang di Bank, “Jangan bergerak. Uang ini milik Negara, hidupmu milikmu.” Semua orang di Bank menunduk dengan tenang. Ini yang disebut “Konsep Merubah Pikiran” merubah cara berpikir yang konvensional.

Ketika seorang wanita berbaring di meja secara provokatif, perampok berteriak padanya, “Beradablah, ini perampokan, bukan pemerkosaan!” ini disebut “profesional” fokus kepada apa yang kamu dilatih untuk melakukan sesuatu.

Ketika perampok kembali ke rumah, perampok yang lebih muda (Lulusan S2) berkata kepada perampok yang lebih tua (Lulusan SD), “Bang, ayo kita hitung berapa yang kita dapat.” Perampok yang lebih tua bilang, “Bego banget Lo. Duitnya banyak gitu lama pasti ngitungnya. Malam ini lihat Ana di TV bakal bilang berapa yang kita rampok dari Bank!” Ini yang disebut “Pengalaman.”  Sekarang pengalaman lebih penting dari gelar!

Setelah perampok pergi, manajer bank bilang kepada supervisor bank untuk menelpon polisi secepatnya. Tetapi supervisor berkata, “Tunggu! Ayo kita ambil US $10,000,000.- dari bank untuk kita dan tambahkan ke US $ 70,000,000.- yang sudah diambil dari Bank.

Ini yang disebut “Sambil berenang minum air.” Merubah keadaan tak baik menjadi keuntungan buat anda!

Supervisor berkata, “Akan sangat bagus bila ada perampokan setiap bulan.”

Ini yang disebut “Membunuh kebosanan” kebahagiaan personal lebih penting dari pekerjaan anda.

Keesokan harinya, berita di TV melaporkan bahwa US $ 100,000,000.- telah dicuri dari Bank. Perampok menghitung dan menghitung, tetapi mereka hanya mendapat US $ 20,000,000.-. Perampok sangat marah dan komplain, “Kita meresikokan hidup kita dan hanya dapat US $ 20,000,000.-. Pekerja Bank mengambil US $ 80,000,000.- dengan santai. Sepertinya mendingan menjadi terpelajar daripada perampok!”

Ini yang disebut “Pengetahuan lebih bernilai dari emas” Manajer bank tersenyum dan bahagia karena kekalahan di main saham dapat dibayarkan oleh perampokan yang terjadi. Ini yang disebut “Mengambil kesempatan, berani mengambil resik!”  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar