Senin, 15 Juli 2013

Bagaimana Proses Kawin Dinosaurus?

WASHINGTON - Dinosaurus merupakan hewan terbesar yang pernah hidup di Bumi jutaan tahun lalu. Ilmuwan mencoba meneliti bagaimana proses kawin hewan masa lampau ini, sehingga bisa memiliki keturunan atau generasi.

Dilansir Machineslikeus, Senin (15/7/2013), ilmuwan percaya dinosaurus pernah 'berjaya' sekira 160 juta tahun lalu. Argentinosaurus, dinosaurus berleher panjang ini hampir memiliki tinggi tubuh dua meter dan bisa tumbuh dengan panjang 30 meter.

Hewan vertebrata atau bertulang belakang ini bisa memiliki berat tubuh 80 ton. Dengan bobot yang berat tersebut, peneliti 'penasaran' seperti apa proses kawin hewan purba tersebut.

Beberapa spekulasi mengungkap bahwa dinosaurus tidak memiliki penis. Namun, sebagian kalangan yakin bahwa proses kawin atau kopulasi diperlukan, sehingga dinosaurus jantan harus memiliki penis yang fleksibel.

Peneliti mengungkapkan, semua buaya jantan memiliki penis dan burung hidup yang paling primitif juga memiliki organ tersebut. Sehingga, dapat dikatakan bahwa dinosaurus juga memiliki penis.

Ahli biomekanik seperti profesor McNeill Alexander dari University of Leeds mengklaim bahwa ketika kawin, berat dinosaurus jantan bertumpu pada betina, seperti pada gajah. Menurutnya, ini akan memberi tekanan lebih besar pada saat kopulasi.

Profesor Roger Seymour dari Universitas Adelaide mempelajari jerapah yang kawin dan mengungkap bahwa tekanan darah jantan kira-kira dua kali lipat dari mamalia lainnya. Ini disebabkan karena jantung hewan berleher panjang memerlukan proporsi 75 persen lebih besar, oleh karena fisiologis leher dan kepala.

Hal serupa tampaknya juga berlaku untuk dinosaurus berleher panjang, yang bisa kawin dengan cara tertentu. Dengan demikian, dinosaurus berleher panjang yang memiliki tekanan darah tujuh kali lipat dari mamalia normal, tidak akan mengalami masalah ketika kawin dengan gaya yang menyerupai gajah.

Peneliti mengungkapkan, untuk hewan seukuran Tyrannosaurus (panjang 14 meter), organ efektif jantan diperlukan setidaknya sepanjang dua meter atau lebih. Kemungkinan paleontolog akan dapat menemukan fosil penis dinosaurus di masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar