Kamis, 04 Juli 2013

Bagaimana Galaksi Bima Sakti-Andromeda Pernah Bertabrakan

CALIFORNIA – Selama bertahun-tahun para ilmuwan percaya bahwa galaksi Bima Sakti dan Andromeda saling bertabrakan. Itu terjadi pada 3 miliar tahun lalu. Mereka meyakini tabrakan tersebut merupakan kali pertamanya terjadi di semesta ini.

Namun demikian, tim astronom Eropa yang dipimpin oleh Hongsheng Zhao dari University of St Andrews di Inggris menemukan fakta, kedua sistem bintang itu bertabrakan pada 10 miliar tahun lalu. Dalam pemaparannya di RAS National Astronomy Meeting di St Andrews hari ini, ia mengatakan bahwa selama ini telah terjadi kesalahan dalam pemahaman gravitasi.

Seperti diketahui, Galaksi Bima Sakti yang terdiri dari 200 miliar bintang merupakan bagian dari kelompok galaksi yang disebut Local Group. Para astrofisikawan berteori bahwa sebagian besar massa Local Group terbuat dari materi gelap, sehingga menjadikannya tidak terlihat.

Di mana, materi gelap tersebut kemudian membentuk tarikan gravitasi di antara keduanya cukup kuat. Menariknya, kini kedua galaksi itu diketahui bergerak menuju satu arah yang sama dengan kecepatan 100 kilometer per detik. Hal ini memungkinkan terjadinya tabrakan besar pada tiga miliar tahun yang akan datang.

Dr Zhao dan tim berpendapat, satu-satunya cara memprediksi daya tarik gravitasi setiap galaksi atau kumpulan galaksi kecil adalah dengan mengkaji ulang model yang pertama kali diusulkan oleh Prof Mordehai Milgrom dari Weizmann Institute di Israel pada 1983.

Modifikasi teori gravitasi (Modified Newtonian Dynamics atau Mond) menjelaskan tentang adanya perbedaan sifat gravitasi pada skala terbesar. Hal ini menyimpang dari prediksi yang pernah dibuat oleh Newton dan Einstein sebelumnya.

Dr Zhao dan tim kemudian menggunakan teori ini untuk menghitung pergerakan galaksi yang termasuk dalam Local Group. Hasilnya, mereka menemukan bahwa Bima Sakti dan Andromeda pernah berada di satu posisi terdekat pada 10 miliar tahun silam.
Akan tetapi, jika kandungan materi gelap yang ada pada kedua gravitasi galaksi ini sesuai dengan model konvensional (teori Milgromian), besar kemungkinan keduanya dapat bergabung menjadi satu.

“Hingga saat ini kami tidak menemukan bukti pengamatan yang membenarkan bagaimana kedua galaksi bisa berada pada posisi berdekatan tanpa menabrak satu sama lain tanpa adanya materi gelap,” ungkap salah satu anggota tim dari Bonn University, Prof Pavel Kroupa, seperti disitat Phys, Kamis (4/7/2013).

Meski demikian mereka menekankan, Bima Sakti dan Andromeda masih memiliki kemungkinan akan menabrak satu sama lain lagi dalam beberapa miliar tahun ke depan. Jika perhitungan mereka benar, maka sejarah kosmos nampaknya perlu ditulis ulang dari awal lagi.

Teori ini didasarkan model gravitasi konvensional yang dirancang oleh Newton dan dimodifikasi oleh Enstein pada satu abad yang lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar