Sabtu, 06 Juli 2013

Ilmuwan Temukan Ledakan Radio Misterius Luar Angkasa

CALIFORNIA - Ilmuwan menemukan semburan misterius dari gelombang radio yang terdeteksi di Bumi. Gelombang radio aneh itu diyakini berasal dari luar angkasa yang lokasinya berada di jarak miliaran tahun cahaya dari Bumi.

Dilansir Scienceagogo, Jumat (5/7/2013), tim astronom internasional melaporkan temuannya dalam jurnal Science. Mereka menjelaskan bahwa karakteristik semburan atau ledakan radio ini berasal dari sumber yang lokasinya berada di jarak miliaran tahun cahaya.

"Sebuah ledakan tunggal dari emisi radio yang tidak diketahui asal-usulnya terdeteksi di luar galaksi kita sekira enam tahun yang lalu. Namun, tidak ada satupun yang yakin apa itu atau bahkan jika itu benar-benar nyata," ungkap anggota tim Dan Thornton dari University of Manchester.

Ia mengatakan, tim ilmuwan telah menghabiskan empat tahun terakhir untuk mencari informasi lebih detail mengenai ledakan radio berdurasi pendek tersebut. Laporan ilmuwan berusaha menjelaskan sedikitnya empat semburan radio dan sekaligus membuktikan bahwa semburan tersebut memang nyata.

"Semburan radio terakhir hanya beberapa milidetik dan yang terjauh yang kita terdeteksi adalah 11 miliar tahun cahaya jauhnya," sambung Dan. Ilmuwan percaya bahwa temuan ini menunjukkan beberapa peristiwa ekstrem yang melibatkan sejumlah besar massa atau energi sebagai sumber dari semburan radio.

Matthew Bailes dari Swinburne University of Technology (Australia) berpikir asal-usul semburan ledakan ini kemungkinan berasal dari bintang-bintang neutron magnetik yang dikenal sebagai magnetar. "Magnetar dapat menyemburkan tenaga lebih dari hitungan milidetik ketimbang Matahari kita dalam 300 ribu tahun dan (magnetar ini) merupakan kandidat utama untuk ledakan," terang Matthew.

Para peneliti mengatakan, temuan ini akan membantu menjelaskan sifat-sifat luar angkasa antara Bumi dan area semburan terjadi. Ben Stappers dari Manchester University mengungkapkan bahwa astronom masih belum sepenuhnya yakin apa yang membuat ruang atau jarak di antara galaksi.

"Kami akan dapat menggunakan semburan radio ini untuk memahami lebih lanjut tentang beberapa hal yang hilang di alam semesta. Kami sekarang mulai mencari semburan tersebut secara real time," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar