Kamis, 11 Juli 2013

Manusia Tetap Berevolusi Hingga Masa Depan?

WASHINGTON - Penelitian terbaru mengungkap bahwa manusia terus berevolusi. Setelah mengalamai proses panjang, sebagaimana yang diungkap teori Darwin bahwa nenek moyang manusia merupakan Kera, maka manusia modern di tengah pesatnya peran teknologi akan menunjukkan evolusi.

Evolusi yang diakibatkan peran teknologi ini diyakini mampu membentuk kembali fisik dan mental manusia. Dilansir Guardian, Kamis (11/7/2013), ada sejumlah spekulasi baru-baru ini mengenai bentuk manusia.

Beberapa literatur, termasuk buku baru berjudul The Transhumanist Reader berisikan kumpulan tulisan dan filsafat terkait transhumanism. Istilah ini merujuk pada sebuah pergerakan yang menyatakan bahwa peningkatan kondisi manusia melalui teknologi adalah baik, bahkan penting dan tidak terelakkan.

Lebih ekstrem lagi, seperti yang pernah dilaporkan Dailymail awal bulan ini, spekulasi mengungkap bahwa bagaimana manusia bisa berevolusi dan memiliki semacam paruh, persis Pufferfish (ikan buntal). Meskipun demikian, evolusi dianggap sebagai proses yang rumit.

Evolusi juga merupakan proses yang lambat. Spekulasi lainnya yang bernada 'logis', mengungkap bahwa bisa saja manusia akan berevolusi dengan merubah warna kulit, kemampuan mendengar dengan lebih selektif, mempunyai sayap, tulang yang lebih fleksibel, serta memiliki tentakel (sebagai alat peraba atau perangkap).

Meskipun kedengarannya aneh, namun ilmuwan beranggapan bahwa kemungkinan manusia bisa beradaptasi dengan interaksi yang lebih khas dengan teknologi melalui keyboard atau layar sentuh. Seperti diketahui, tangan manusia memiliki ketangkasan dan bergerak secara halus.

Meningkatnya kebutuhan untuk menggunakan antarmuka secara lebih teknis, maka evolusi bisa saja terwujud. Evolusi juga mendorong manusia untuk mengembangkan digit yang lebih fleksibel ketimbang saat ini, yang memungkinkan manusia untuk dapat mengetik lebih cepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar