Senin, 01 Juli 2013

Peneliti: Gelombang Kejut Meteor Rusia Masih Terdeteksi

MOSCOW - Gelombang kejut yang dihasilkan meteor Rusia pada Februari 2013 ternyata masih terdeteksi oleh radar peneliti. Diketahui batu luar angkasa yang pernah meledak di atas langit wilayah Chelyabinsk, Rusia ini mencederai hingga lebih dari 1.000 penduduk setempat.

Dilansir Abc.net, Senin (1/7/2013), ketika meteor menghantam atmosfer Februari lalu, benda luar angkasa tersebut menghasilkan guncangan dahsyat yang menghempas kota Chelyabinsk. Peristiwa tersebut merusak bangunan dan menyebabkan ribuan korban luka-luka, yang sebagian besar akibat terkena pecahan kaca.

Analisis daya yang dikumpulkan melalui detektor global mengungkap bahwa gelombang kejut tersebut tetap melesat, bahkan kabarnya sudah mengelilingi Bumi sebanyak dua kali. Peneliti mendapatkan data melalui alat pendeteksi gelombang akustik frekuensi ultra-rendah.

Operasi jaringan International Monitoring System (IMS) oleh Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization (CTBTO) menggunakan alat pendeteksi bukti infrasound untuk pengujian nuklir. Pada pagi hari ketika peristiwa ledakan meteor Rusia itu terjadi, tim menangkap kekuatan besar dari gelombang kejut yang dihasilkan.

Akan tetapi, sinyal tersebut bukan berasal dari senjata nuklir, melainkan potongan batu luar angkasa berkecepatan tinggi dengan berat sekira 10 ribu ton yang meluncur di atas langit Rusia. "Untuk pertama kalinya sejak pembentukan jaringan infrasonik IMS, beberapa sinyal yang melibatkan gelombang yang melakukan perjalanan dua kali putaran dunia telah diidentifikasi dengan jelas," tulis Le Alexis Pichon, ilmuwan Atomic Energy Commission di Prancis.

Tim Le Alexis Pichon menggunakan data dari 20 stasiun IMS di seluruh dunia untuk mengestimasi energi yang dihasilkan oleh meteor Rusia yang terjadi beberapa bulan lalu. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters.

Meteor yang melesat di langit Siberia bagian barat ini memasuki atmosfer Bumi pada pukul 09:20 a.m waktu setempat (10:20 p.m EST Kamis), 15 Februari 2013. Ledakan asteroid menghasilkan kekuatan setara 20 bom atom dan terpecah menjadi puing-puing di ketinggian 30-50 kilometer.

Badan antariksa NASA mengestimasi kecepatan meteor ini 40.000 mph dan meledak di ketinggian 12-15 mil. Ledakan meteor ini mengeluarkan energi sebesar 300-500 kilotons serta meninggalkan jejak gumpalan asap tebal sepanjang 300 mil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar